Selamat Datang | Muyasaroh Notes | Bersama Saling Berbagi dan Menjadi Pembelajar yang Hebat Muyasaroh Note: berbagi
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2018

Benarkah untuk Mengabdi?

Ada sebuah pemikiran yang sejak dulu ingin dibagikan. Dan akhirnya, penulis sedang memprosesnya melalui sebuah buku yang sedang diikhtiarkan untuk segera terbit. Mohon doanya ya. Ini tentang pemuda, generasi bangsa, penggerak peradaban, yang ditangannya terpenuhi dengan asa yang luar biasa, penggenggam dunia untuk lebih baik dan intinya tentang kader masa depan. Berbicara soal pemuda, ada rasa yang menggebu di hati. Apalagi kalau bahasannya yang berembel-embel pengabdian. Kenapa itu? Yuk duduk bareng, tuntaskan coretan dari penulis ini. Dan kita saling sharing ya… Di sini dilarang gontok-gontokan tapi boleh membenarkan atau beropini sesuai sudut pandang masing-masing agar penulis pun bisa belajar bersama.

Suatu ketika penulis pernah melakukan suatu diskusi bersama seorang pemuda yang luar biasa. Tidak perlu diceritan siapa dia, pokoknya luar biasa. Bahasannya seperti yang dituliskan diatas ya, tentang pemuda. Pemuda yang dibahas di sini adalah tentang pemuda yang merindukan kekonsistenan akan sebuah cinta. Perjuangan akan sebuah kesadaran akan peletakan rasa rindu. Cinta dan rindu yang seperti apa? Selesaikan dulu sebelum dicukupkan.

Pemuda, negeri, ekspedisi nusantara jaya, enj, rintara jatim, rintara jaya jawa timur, pulau terpencil, kemenko maritim, pengabdian, sosial, mengabdi untuk negeri, leadership, delegasi, karya, masalembu, masakambing, program, ENJ
Pulau Masalembu (Doc. Pribadi)
Pembaca pernah bersua bersama penulis di sepucuk suratnya yang pernah tertuang disini? Baca dulu ini (Bagaimana Kabarmu, Negeri?). Salah satu petualangan yang pernah dicoba oleh penulis untuk menjajaki buminya Sang Maha Pemilik adalah pulau terpencil yang ada di laut lepas Jawa bagian ujung pulau Madura di Sumenep dan lebih ke Kalimantan dengan letak pulau yang nyempil, kecil, dan hampir tak terjamah. Padahal ada kehidupan dan potensi alam luar biasa di sana. Masalembu dan Masakambing dua dari berbanyak pulau terpencil yang diketahui oleh penulis dan pernah di meletakkan kakinya di pulau tersebut. Dalam setiap perjalanan pastikan akan banyak cerita dan ilmu yang didapat per setiap alurnya. Jangan biarkan untuk merugi dengan hanya membawa sedikit cerita atau sedikit sekali pengalaman. Usahakan membawa buah tangan yang lebih banyak dari teman seperjalanan atau rombongan. Bagaimana caranya? Pembaca yang bisa menentukannya asal dilarang MALAS. Jadilah yang terbeda dengan keberanian yang luar biasa jika berkeinginan mengetahui dan mendapatkan buah tangan berbeda untuk berilmu serta jauh lebih paham agar bisa melihat dunia dengan lebih baik.

Pemuda, negeri, ekspedisi nusantara jaya, enj, rintara jatim, rintara jaya jawa timur, pulau terpencil, kemenko maritim, pengabdian, sosial, mengabdi untuk negeri, leadership, delegasi, karya, masalembu, masakambing, program, ENJ
Dermaga Pulau Masalembu (Doc. Pribadi)
Dilanjut ya, penulis pernah terlibat dalam satu program pendelegasian pemuda oleh KEMENKO maritim ke pulau-pulau terpencil di Ekspedisi Nusantara Jaya Perintis Jawa Timur yang akhirnya mengantarkan penulis terlibat dalam Rintara Jaya Jawa Timur. Ingin sekali membedah satu program tersebut. Sebab geramnya penulis. Tapi untuk detailnya, dilain kesempatan saja. Bukan hal bedah membedah itu yang ingin disampaikan penulis di sini. Tapi sebuah pemikiran. Ingat sekali lagi, sesuai dengan rujuan tulisan diawal. Penulis ingin berbagi, boleh sharing jika perlu disharingkan. Biar sama-sama menambah wawasan dan berilmu.

Memang benar, pemuda banyak sekali ide-idenya, keinginannya dan impian lainnya. Sebab penulis pun demikian. Tapi yang seperti apa dulu ide dan keinginnannya? Dipikirkan dengan segala pertimbangannya. Dewasa ini, gencar-gencarnya program dari si A, si B, C, D dan sebagainya dengan bau-bau mengabdi untuk negeri, berbagi untuk sesama, dan sejenisnya yang dilakukan di berbagai daerah, khususnya untuk daerah-daerah tertinggal atau pulau terluar. Yang akhirnya, banyak pemuda yang berbondong-bondong menggandrunginya dengan berbagai macam motivasi, alasan, sebab dan tetek bengek lainnya yang dibuat sedemikian rupa bagusnya untuk meyakinkan sang penyeleksi atau penyelenggara agar bisa mengikuti program yang diselenggarakan.

Ini rahasia umum sebenarnya, orang yang sekiranya berpotensi, kualitas bagus dan dengan tulus akan dinilai dari berbagai macam sisi hingga akhirnya ia yang terpilih untuk menjalankan program. Menjalankan dan menyukseskan setiap langkah dari programnya. Kemudian, dengan adanya program tersebut pastinya ada harapan yang tersimpan oleh penyelenggara untuk memahami arti yang sebenar-benarnya tagline atau hastag atau apalah yang mereka buat untuk menarik peminat atau pembaca untuk terlibat dalam program yang dimaksud. Tapi kadang, ada renungan disini. Benarkah program yang dijalankan telah sukses dan terjalankan dengan baik? Dan tagline yang dibuat, dituliskan, digemborkan, telah terpahamkan dibenak para pemuda yang terpilih itu? Jawabannya ada pada hati pembaca. Sebab, banyak diluar sana dengan program-program yang serupa hanya menghasilkan dan mengetahui alumni dari si A, si B, atau apalah yang ujungnya hanya untuk sekadar mengumpulkan orang-orang yang berpotensi dan kemudian lupa dengan yang diperjuangkan di tempat pengabdiannya. Atau bukan dibilang lupa, tapi program yang dijalankan hanya sebagai pencitraan belaka untuk mengangkat namanya, atau pun memenuhi curriculum vitae bahwa pernah melakukan hal tersebut.

Seribu banding satu sebenarnya pemuda yang tersaring dari program-program serupa dari tahun-ketahun yang terbukti dengan tulus memahami arti dari hastag atau pun tagline yang dibuat. Karena sejatinya, menurut penulis arti dari semua tagline dan apapun program yang diidekan, dibuat, dan dijalankan. Hal yang terpenting adalah keberlanjutan dari itu semua yang bisa dikatakan bahwa paham atau tidaknya pemuda pilihan tersebut. Bagi penulis, terserah apapun nama media yang menjalankan ide-ide dari pemudanya yang terpenting adalah hati untuk melakukan dan mewujudkan keberlanjutan dari adanya program kerja atau kegiatan yang dibuat. Sebab segala sesuatu yang dilakukan letak poin terberat dan perhatian adalah keberlanjutan dan istiqomahnya. Agar arti dari semua tagline yang dibuat paham dengan pemahaman yang berbeda untuk masyarakat yang dibilang cinta dan merindukan kejayaan negeri ini. Bukan hanya sekadar ikut-ikutan dan menjalankan jobdesk, menambah teman, dan berpengalaman. Bagaimana untuk pembuktiannya agar bisa dikatakan pemuda yang berbeda dan paham menurut penulis? Caranya ada pada diri pembaca sendiri dengan berlandaskan ilmu, keyakinan dan pengajaran agama, serta kepemahaman dari pembaca pula.

Lagi, sebagai penutup dari penulis. Hanya ingin berbagi dan berpendapat, sharing serta mencari ilmu pula dari pembaca yang paham akan makna dari mengabdi yang dimaksud penulis disini atau mengajak berkolaborasi bersama. Selamat berkarya dan tetap semangat. Yuk kenali penulis dari berbagai media baik social media ataupun email. Salam pena ^ ^
Read More »

Kamis, 22 Maret 2018

Sarasehan Rakyat untuk Menuju Desa Berdaya

Malang (10/3) tepatnya di Candi Kidal, Desa Kidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang sedang ramai didatangi warga sekitar desa. Kali ini, desa yang menyimpan banyak potensi ini akan kedatangan orang-orang yang dinanti lama oleh warga. Acara Sarasehan yang diadakan oleh warga desa Kidal ini dimotori oleh Rumah Inspirasi Angrek KCB untuk menjadikan desa candi sebagai desa yang berdaya. Dengan mengusung tema yang sangat menarik untuk disimak, yaitu ”Peran Masyarakat Termarginal dalam Pemberdayaan dan Pengentas Kemiskinan dengan Program BUMDES” acara ini dihadiri oleh Bapak Profesor Dr. Haryono, MA. Phd (Ketua Tim Penasehat Mentri Desa), Dr. H. Rendra Kresna (Bupati Malang), Ibu Sapto Yuli Isminarti (Tokoh Pengentas Kemiskinan) dan Ibu Sri Suhartini, STP. M.Env. Mgt. Phd (Perwakilan dari LPPM Universitas Brawijaya Malang).
 
sarasehan, warga, marginal, candi, candi kidal, tumpang, malang, kota, profesor haryono, bupati malang, DH rendra kresna, Sapto yuli isminarti, sri suhartini, LPPM, universitas brawijaya, desa, desa berdaya, pengentas kemiskinan, pejabat, suara rakyat, bumdes, pertanian, peternakan, alam, potensi
Sarasehan Rakyat (Doc. Pribadi)
Acara sarasehan ini dimulai pada pukul 13.00 WIB yang diawali dengan sebuah tari tradisional asli dari Candi Kidal yaitu tari Gamdea. Setelah sambutan yang hangat dari Bapak Kelurahan sebagai wakil dari warga desa dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Bupati Malang. Antusias warga untuk memenuhi acara ini sangat tinggi. Mulai dari berbagai kalangan kelompok pertanian, peternakan, ibu-ibu PKK desa, warga sekitar, pejabat kabupaten malang, perangkat desa dan mahasiswa.

Sarasehan ini sengaja diadakan untuk menjaring aspirasi warga desa terhadap kemajuan desa Kidal. Sebab banyak potensi alam yang ada di sekitar candi namun belum maksimal dalam pengolahannya. Misalkan, di desa Kidal ini banyak menghasilkan buah Nangka dan duku. Tapi sayang, fakta dilapangan, harga dari penjualan buah di desa tersebut sangat murah dan belum maksimalnya pengelolahan yang dapat meningkatkan nilai jual. Selain itu cara produksi dan bentuk merketing dari adanya pengelolahan potensi alam tersebut dibutuhkannya pendampingan dan perhatian dari berbagai kalangan, baik pemerintah, akademisi dan pemuda di sekitar.

sarasehan, warga, marginal, candi, candi kidal, tumpang, malang, kota, profesor haryono, bupati malang, DH rendra kresna, Sapto yuli isminarti, sri suhartini, LPPM, universitas brawijaya, desa, desa berdaya, pengentas kemiskinan, pejabat, suara rakyat, bumdes, pertanian, peternakan, alam, potensi
Menjaring Aspirasi Rakyat (Doc. Pribadi)
Dalam acara ini, setelah aspirasi disuarakan oleh warganya sendiri, prof. Dr. Haryono mengajak seluruh warga desa untuk bersama-sama bangkit dan bergerak. Sebab perubahan terbesar ada dan berasal dari diri warga desanya. Dan sebagai penutup dari acara sarasehan tersebut profesor juga mengajak seluruh elemen desa, pemuda, akademisi dan pemerintah untuk berkolaborasi dan siap untuk menerima pengajuan desa agar kehidupan warga desa disekitar candi lebih baik lagi , baik dari segi potensi alam, lingkungan, pariwisata dan budaya lokal.

sarasehan, warga, marginal, candi, candi kidal, tumpang, malang, kota, profesor haryono, bupati malang, DH rendra kresna, Sapto yuli isminarti, sri suhartini, LPPM, universitas brawijaya, desa, desa berdaya, pengentas kemiskinan, pejabat, suara rakyat, bumdes, pertanian, peternakan, alam, potensi
Sambutan dari Warga Desa dengan Tari Gamdea (Doc. Pribadi)
Read More »

Rabu, 21 Maret 2018

Ekspedisi Netra

Boleh ya, saya bercerita sedikit? Tentang sebuah kekaguman. Saya termasuk follower satu akun Instagram (IG) dari kang aboy dari FLP (Forum Lingkar Pena) Jawa Barat setelah kepulangan dari MUNAS (Musyawarah Nasional) Nopember 2017 lalu, yang membuat saya kepo. Bukan persoalan kepo orangnya ya. Tapi tentang petualangan yang mengundang perhatian saya setiap kali muncul ketika membuka IG. Apa itu? Sabar... Sejenak merenggangkan otot-otot jari terlebih dahulu.

Sebenarnya, ada satu hobi yang terlanjur jatuh cinta ke dunianya. Yaitu sebuah petualangan tentang pendakian. Mendaki gunung dengan ketinggian berapapun asal mampu dan sanggup. Bukan hanya mendaki yang asal-asalan loh ya, tapi harus turut mencintai alam sekitarnya. Ada yang sama hobinya? Yuklah, kapan-kapan kita mencurahkan hobi kita bersama. Dimanapun, apalagi gunung di Jawa Timur, khatam mungkin (lebay dikit) he-he-he. Tapi tetap, moment saat muncak di Mahameru yang belum terlupakan. Aits, panjang lebar nanti bahasan tentang Mahameru. Padahal bukan ini yang hendak saya ceritakan. Ada yang lain, lebih amazing.
ekspedisi netra, FLP, Gunung, pendaki, petualangan, puncak, gunung manglayang, jawa barat, tuna netra, pantera, unpad, bandung
Ekspedisi Netra (Photo by kang aboy)
Beberapa kali saya melakukan petualangan mendaki gunung. Belum pernah saya menjumpai kegiatan mendaki yang sungguh berbeda kali ini. Namanya "Ekspedisi Netra" atau dikenal juga dengan Blind Expedition. Kegiatan ini merupakan ekspedisi pendakian bagi tuna netra yang diselenggarakan oleh Pantera Fisip Unpad bersama ElHijab ke gunung Manglayang pada tanggal 2-3 Desember 2017 lalu, yang sekaligus bertepatan dengan hari Disabilitas Internasional. Bagi pembaca yang pernah melakukan pendakian ke sebuah pegunungan pastilah tahu, bagaimana menantangnya pendakian yang dilakukan oleh para pecinta alam. Maaf sebelumnya, saya harus menuliskan sebuah ungkapan ini. Bagi seseorang yang normal dalam penglihatan saja, mendaki gunung tidak bisa dikatakan mudah. Apalagi ini pendakian yang dilakukan oleh seorang yang belum seberuntung kita. Sungguh membuat merinding kala saya kepo dengan kegiatan ekspedisi ini.
ekspedisi netra, FLP, Gunung, pendaki, petualangan, puncak, gunung manglayang, jawa barat, tuna netra, pantera, unpad, bandung
Pendakian Ekspedisi Netra (Photo by Ekspedisi Netra)
Banyak persiapan yang dilakukan sebelum memulai pendakian selama beberapa bulan bersama tim Pantera, termasuk simulasi dikawasan hutan Unpad dan bahkan jalur pendakian awal Manglayang. Ekpedisi netra dilakukan oleh 20 orang pendaki. Terdiri dari delapan orang dewasa netra dari pertuni Kab. Bandung. Sedang 12 orang lainnya adalah siswa-siswi dari SLB A Negeri Bandung. Mereka melakukan ekspedisi ini dibantu oleh orang-orang yang sangat luar biasa di balik layar. Seperti para pendamping dari Pantera sendiri, Guru-guru SLB A Negeri Bandung, Volunteer dari Elhijab, dan Himpala Elcorp. Sungguh..semakin membuat saya semakin tergelitik untuk mencari tahu bagaimana mereka bisa melakukan pendakian hingga puncak. So amazing.
ekspedisi netra, FLP, Gunung, pendaki, petualangan, puncak, gunung manglayang, jawa barat, tuna netra, pantera, unpad, bandung
Proses Pendakian (Photo by Ekspedisi Netra)
Pendakian dilakukan selama empat jam lebih untuk sampai ke puncak gunung Manglayang tanpa ada kendala apapun. Sebab sebelumnya ada pembekalan dan persiapan yang benar-benar matang. Hebatnya dan sungguh luar biasanya, teman-teman tuna netra tetap saling mendukung dan bergandengan dalam setiap perjalanan ekspedisi ini. Bahkan selalu solat lima waktu secara berjamaah di puncak gunungnya. Sungguh, membuat saya merinding. 
ekspedisi netra, FLP, Gunung, pendaki, petualangan, puncak, gunung manglayang, jawa barat, tuna netra, pantera, unpad, bandung
Menuju Puncak Gunung Manglayang Ekspedisi Netra (Photo by Ekspedisi Netra)
Sekali lagi, kegiatan ekspedisi ini adalah hal yang benar-benar luar biasa. Ketidak sempurnaan dalam diri manusia tidak bisa menghalangi tekad dan niat kesungguhan dalam diri seseorang untuk merasakan sesuatu yang banyak dikatakan tidak mungkin oleh orang di luar sana. Keindahan dan kenikmatan dari alam bebas tidak semuanya bisa dirasakan oleh mata, tapi hati yang tetap berjuang dan bersyukur kepada Sang Pembuat Keindahan itu sendiri. Sangat menginspirasi sekali ekspedisi netra ini. ^ ^
ekspedisi netra, FLP, Gunung, pendaki, petualangan, puncak, gunung manglayang, jawa barat, tuna netra, pantera, unpad, bandung
Upacara Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Puncak Gunung Manglayang Ekspedisi Netra (Photo by kang Aboy)

Read More »

Rabu, 10 Juni 2009

Persiapan menuju UAN

Beberapa bulan sebelum UAN. Sekolahku mengadakan beberapa persiapan, diantaranya BIMBEL (bimbingan belajar) yang diadakan beberapa bulan sebelum UAN di mulai. BIMBEL ini dilakukan setelah jam pulang sekolah yaitu mulai pukul 16.00 hingga 17.00. Mata pelajaran yang di pelajari diantaranya matematika, IPA, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. BIMBEL ini dilakukan setiap hari senin hingga hari Jumat.

Pada waktu BIMBEL Alhamdulillah ada juga orang tua yang berpartisipasi memberi konsumsi berupa makanan kepada aku dan teman-temanku untuk menambah semangat belajar kita,dan karena BIMBEL ini dilakukan setelah pulang sekolah yang seharusnya kita semua sudah berada di rumah untuk beristirahat dan supaya kita juga tidak begitu jenuh dan lelah.

Kurang lebih satu bulan menjelang UAN. Aku juga menjalani super intensive setiap hari, dan selain itu di sekolahku juga mengadakan try in yang mata pelajarannya tidak diberi tahu sebelumnya. Jadi kita harus sudah siap dari rumah, entah itu try in matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris atau pun IPA. Yang penting kita siap tidak siap harus sudah siap untuk menghadapi try in yang akan kita hadapi, karena kita sudah belajar setiap hari dirumah maupun di sekolah.
Read More »

Senin, 02 Maret 2009

Dampak negatif dan positif internet

Dampak Positif:

Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain

Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan

Dampak Negatif

1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

2. Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

3. Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

4. Carding

Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

5. Perjudian

Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).

Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.

Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).

Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

(sumber: http://helmyyoga.blog.com)
Read More »

Sabtu, 28 Februari 2009

Bagaimana seorang sahabat itu???


zwani.com myspace graphic comments

Sahabat yang bener-bener sahabat adalah sahabat yang selalu ngertiin kita setiap waktu. Selalu ada saat kita sedih dan gembira. Selalu mengajak kita untuk melakukan hal-hal yang baik dan mencegah kita untuk melakukan hal-hal yang jelek. Ga` pernah bosen untuk nasehatin kita dan ga` pernah berhianat ama kita. Sahabat adalah seorang yang sayang ama kita. Seorang sahabat yang baik, lebih baik dari pada seorang pacar. 

Seorang sahabat adalah orang yang dapat dipercaya dan saling mempercayai. Persahabatan tidak akan pernah putus sampai kapan pun, walaupun seorang sahabat itu berada sangat jauh dari kita tapi ia dekat dengan hati kita.
Sekolahku adalah sekolah yang baik dan lingkungan yang baik, tapi aku belum juga menemukan seorang sahabat yang bener-bener sahabat buat aku. Mencari seorang sahabat yang bener-bener baik itu memang sulit tapi mencari seorang teman dan pacar itu mudah. 

Seorang sahabat selalu menuntun kita untuk mendapatkan surga dari Allah dan menjauhkan kita kepada api neraka-Nya.
Maka dari itu kita harus selalu berdoa kepada Allah dan berusaha supaya kita diberi kemudahan untuk mendapatkan seorang sahabat yang bener-bener baik dan mengubah akhlak kita menjadi yang lebih baik supaya kita dijadikan sebagai seorang sahabat yang baik bagi orang lain.
Read More »

Sabtu, 31 Januari 2009

Ilmu Seharusnya...

Salah satu kewajiban orang Islam adalah menuntut ilmu. Tanpa ilmu manusia niscaya tidak akan berguna, baik di dunia maupun diakhirat. Allah telah memberikan akal kepada setiap manusia agar mereka dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Tapi kenapa banyak orang yang berilmu hanya untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi di mata masyarakat tapi disisi Allah tidak.

Sebagai seorang muslim kita harus menyeimbangkan ilmu di dunia dengan ilmu di akhirat, dengan demikian insya Allah kita dapat menjalani kehidupan di dunia dan di akhirat dengan mudah dan senantiasa dirihoi oleh Allah, dan jika kita sudah memiliki sebuah ilmu hendaknya kita berbagi ilmu dengan yang lainnya dan senantiasa mengamalkan ilmu yang kita miliki. Dengan begitu ilmu kita dapat bermanfaat di dunia dan menjadi amal jariah yang dapat menolong kita di akhirat kelak.
“ILMU TANPA AGAMA BUTA DAN AGAMA TANPA ILMU LUMPUH”
Read More »