Selamat Datang | Muyasaroh Notes | Bersama Saling Berbagi dan Menjadi Pembelajar yang Hebat Muyasaroh Note: May Khakasa
Tampilkan postingan dengan label May Khakasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label May Khakasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2017

Perjalanan Munas (Musyawarah Nasional) IV FLP se-Dunia

Part #1
Segala persiapan untuk sebuah pejalanan telah siap. Dilarang ribet, cukup simple saja. Justru, lebih ribet untuk memperoleh perizinan dan hampir mengundurkan diri ketimbang persiapan yang harus dibawa. He-he-he. Ransel sepaket dengan baju sudah dipundak, sebotol air minum siap bawa, sebungkus roti telah menunggu dimakan, buku dan Al-quran wajib terbawa, sangu? Secukupnya asal gak lupa dompet, gitu saja. ^ ^

Bersiap untuk MUNAS (Musyawarah Nasional) IV Forum Lingkar Pena (FLP) se-dunia. Setelah MUNAS tahun 2013 sejarah dilukiskan di kota Bali. Kali ini tahun 2017, Bandung akan menjadi sejarah adanya MUNAS FLP se-dunia yang dimulai sejak 3 November 2017. Delegasi yang d8ikirimkan baik dalam negeri maupun luar negeri akan memenuhi kota Kembang. Sebanyak 44 wilayah dan 110 cabang delegasi FLP seluruh Dunia siap membanjiri kota ini. Sebentar, pemanasan dulu. Sebelum membahas tentang MUNAS, penulis ingin berjejak sedikit tentang perjalanan yang jarang dipandang dan dirasakan oleh penulis. Bolehkan? Sudahlah dipaksa boleh ya ...

Gerbong 3 Kereta Pasundan (Dok. Pribadi)
Gerbong 3 kereta Pasundan dengan keberangkatan pukul 08.10 tercatat tanggal 2 November 2017 akan menambah satu note penulis. Delegasi yang diberangkatkan MUNAS tahun ini untuk mewakili tiap cabang dan wilayah sungguh luar biasa. Penulis mengawali perjalanannya dari Stasiun Gubeng Baru, Surabaya. Yang biasanya menapaki perjalanan sendiri,  kali ini tidak menjomblo. Alias rame-rame, bareng delegasi lainnya. Walaupun status masih saja jomblo. Ups. Bahas jomblo gak bakal selesai dah. Kembali yuk ...

Kereta pasundan melaju dengan pesat. Beberapa stasiun seperti Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Ngawi hingga total 33 stasiun terlewati menuju Stasiun Kiara Condong, Bandung. Dan tiap pemberhentiannya, berjumpalah dengan teman seperjuangan yang terdelegasikan di Munas. Sengaja memang terencanakan satu gerbong sebelumnya. Dengan memanfaatkan satu layanan pemesanan tiket diKAI. Say hello, saling bersalaman, bertegur sapa, ngumpul, bercanda, saling tukar pikiran, baca buku, hingga solat di dalam kereta dilakukan bareng-bareng. Perjalanan yang memakan waktu 15 jam ini sungguh luar biasa. Luar biasanya sebab segala yang terjadi di atas kereta, banyak cara apik untuk menghilangkan semua bentuk kebosanan dalam perjalanan.

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Solat Berjamaah dalam Gerbong Kereta (Dok. Pribadi)
Diskusi sehat tentang karya masing-masing delegasi menjadi satu topik yang waw. Kemudian satu buku antologi dari FLP Jawa Timur yang sukses membuat penulis dan lainnya Baper. Buku yang diberikan dalam perjalanan menuju munas ke-4 dengan judul "Haruskah Aku Yang Melamarmu?" menjadi trading topik hangat dalam gerbong. Pasalnya, si penulis dengan judul tulisan dalam buku tersebut sekaligus menyebarkan undangan pernikahannya pada tanggal 13 November 2017 mendatang di saat yang sama. Buku yang menceritakan pengalaman dan tips-tips pejuang jomblo tertuang dalam buku ini. Keren abislah pokoknya. Semacam undangan yang terbalut dalam buku. BarakaAllah atas undanganya. Penasaran ya... Bagaimana bukunya? Marilah order. Kunjungi akun instagram Sahaja Buku, Cahaya Pustaka atau kepoin akun-akun flp jatim. Tersedia stoknya sebelum kehabisan. Baru juga naik cetak dan cetakan pertama yang terbaca dan terbagikan dalam gerbong 3 kereta pasundan itu.

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Buku Haruskah Aku yang Melamarmu? (Dok Pribadi)
Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Undangan untuk Pernikahan Penulis Buku 
Perjalanannya mengesankan. Satu sama lain meninggalkan kesan tersendiri. Yang sulit move on dalam setiap kejadiannya. Jarang-jarang moment kumpul seperti ini. Hanya dirasakan saat menuju Munas ke-4 FLP tahun ini. Kesan ini ditambah dengan fasilitas kereta api dari PT KAI yang semakin maju. Di gerbong 5 akan ada sebuah kantin yang menyediakan makanan dengan menu yang ditentukan oleh pihak kereta. Dari makanan ringan hingga makanan berat tersedia. Dalam gerbong itu juga ada tempat kecil yang disulap menjadi musholah oleh kondekturnya. Tempat duduk untuk dijadikan tempat nongkrong sekaligus makan yang cukup nyaman dalam kantinnya. Toilet dalam kereta yang bersih dan petugas dengan sigap di jam-jam tertentu siap membersihkan area tiap gerbong yang kurang bersih sebab adanya sampah. Ac-nya juga terpasang lengkap dengan pengharum ruangan. Fasilitasnya bagus pokoknya. Gak kalah dengan kereta eksekutif atau bisnis yang pernah penulis naiki. Seandainya dalam gerbong kereta disediakan perpustakaan. Huaaa... lengkap sudah. Semakin kece badai PT KAI zaman now.

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Kantin dalam Kereta ((Dok. Pribadi)
Berbicara tentang fasilitas, ada yang paling berkesan ni bagi penulis. Salah satunya kantin. Ini tempat nongkrok yang kece. Saat perut sudah melilit minta diberi asupan lagi. Tempat ini tujuan utamanya. Bukan persoalan menu,  harga atau tempatnya. Tapi perjumpaan dengan seorang kondektur yang cantik nan ramah. Berbeda dengan kondektur-kondektur perempuan yang dijumpai saat menaiki kereta lainnya.

Namanya Rosida, lengkapnya Rosida Maharani. Penulis mengenalnya tepat saat berada di kantin. Sapanya yang halus sontak menghentikan sejenak aktifitas saat itu. Oke, berkenalan. Pembicaraan saat itu mengalir saja. Apa adanya. Enak diajak ngobrolnya. Ternyata, mbak-mbak kondektur ini dari tadi mengamati rombongan kami. Melihat kami asyik dengan buku-buku, diskusi, solat dan segala aktifitas dalam gerbong menarik perhatiannya. Dan ingin nimbrung juga bersama. Mbak cantik ini tiba-tiba menceritakan pengalaman perjalanan hidupnya hingga mengantarkan ia bekerja di KAI, hobinya yang juga membaca dan menulis. Bahkan yang paling membuat dia sampai sekarang terngiang dan menyesal adalah hilangnya buku catatan tulisan-tulisannya saat masih bersekolah dulu. Mbak satu ini jago benar loh membuat puisi. Tiap baitnya huss ... Pemilihan kata yang digunakan melelehkan pembacanya. Asekk. Hingga tulisan ini di-posting, penulis masih sambung silaturrahmi melalui akun Instagram dan kontaknya. Kita ada dilingkaran dengan hobi yang sama dan kesukaan yang sama pula. Dan saat penulis bercerita tentang tokoh yang ia idolakan ada dalam satu pena perjuangan di flp. Mbak cantik itupun kegirangan. Siapa yang tidak kenal dengan bunda Helvy Tiana Rossa. Bahkan dalam perjalanan munas inipun rombongan kita akan satu ruangan dan berjumpa dengan bunda yang kece satu itu. Semoga saja bisa bertemu kembali di lain kesempatan ya gelis... Salam Pena. ^ ^

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Baca Buku Bersama (Dok. Pribadi)

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Jepretan tak sengaja petugas Kereta Api sedang Membaca Alquran di Sebelah ruang Kantin (Dok. Pribadi)

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Diskusi Karya (Dok. Pribadi)

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Aktiitas dalam Kereta Bersama (Dok. Pribadi)

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Musholah dalam Kereta (Dok. Priibadi)

Wedding, ulin, munas FLP, bandung, KAI, perjalanan, Muyasaroh, Musyawarah Nasional, Forum lingkar pena, kereta, gubeng, stasiun, buku, perpustakaan
Stasiun Kiara Condong, Bandung (Dok Pribadi)

Read More »

Kamis, 01 Juni 2017

Gong Perdamaian Nusantara Palu

Urek-urek berlanjut kembali. Rasanya ada beban moral jika tulisan itu tidak dikhatamkan. Tempo hari saya mengulas sebuah cerita yang saya jejakkan di sini [baca: Palu dengan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu]. Perjalanan ini belum berakhir, masih berkutat dengan Taman Edukasi. Setelah Nosarara Nosabatutu, saya hengkang dari tempat tersebut. Bergeser ke satu tempat yang harus saya kepoin.

Panasnya Palu, saya tepis untuk menuju sebuah gong. Disebutnya Gong Perdamaian yang disimbolkan sebagai perdamaian nusantara. Adanya simbol perdamaian di salah satu ibu kota povinsi Sulawesi Tengah, mungkin sudah tidak asing lagi alasannya. Di provinsi ini memang sering diberitakan adanya konflik. Konflik yang memicu peperangan antar sesama. Nah, sebab alasan itulah gong ini didirikan untuk mempererat tali persaudaraan dan perdamaian dari segala ricuh yang mengandung konflik. Baik konflik antar agama, ras, budaya, suku bahkan adanya teroris.

budaya, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, keren, konflik, May Khakasa, monumen, Nusantara, Palu, penulis, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, traveling, writer, provinsi, simbol, nusantara, lambang, indonesia, seni, kearifan, patung, indah, pemandangan, wisata, wisata alam, touring
Gong Perdamaian Palu (Dok. Pribadi)

Sangking pentingnya gong ini, hingga menuju tempatnya pun harus melepas alas kaki. Setelah melewati beberapa anak tangga, barulah saya bisa dikatakan benar-benar berdekatan dengan gong ini. Telihat pada gongnya ada satu lingkaran yang paling dalam dan kecil. Bentuknya menonjol ke depan dengan gambar peta NKRI. Lingkaran kedua terdapat lima simbol agama yang ada di Indonesia. Diluar simbol tersebut ada sebuah tulisan “Gong Perdamaian Nusantara, Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa”. Kemudian terdapat 33 simbol provinsi dan sekitar ratusan simbol daerah dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

Sudah puas mengamati sekaligus berfoto gembira di area gong, dari tempat saya berdiri tepat  di depan gong saya melihat kota Palu beserta pegunungan dan lautnya sejauh mata memandang. Lagi-lagi, indra penglihatan saya dimanjakan oleh indahnya Indonesia. Saat saya tengok ke arah bawah tepat saya berdiri ada sebuah patung. Patung seorang wanita dengan membawa sebuah kendi yang berisikan air. Katanya, patung tersebut dilambangkan sebagai ibu pertiwi yang selalu menyirami kesuburan tanah air. Sama halnya juga dengan sebuah patung di sisi lain yang terlihat membawakan sebuah alat musik tradisional yang katanya pun dilambangkan sebagai seninya Indonesia. Wah... sungguh indah bukan main patung-patung dan hiasan ditempat ini yang ternyata dalam setiap sisinya mengandung sebuah makna. Makna yang harus kita pahami. Dihormati dalam keadaanya. Dan dijalani dalam setiap artiannya. Alangkah indah benar, jika makna dari bentuk setiap perlambangan dan patungnya benar-benar ada untuk diaplikasikan dalam kehidupan yang sesunggunya. Agar tidak hanya menjadi lambang-lambang yang sejatinya ia berkata namun tak berdaya untuk digerakkan dan diwujudkan.


budaya, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, keren, konflik, May Khakasa, monumen, Nusantara, Palu, penulis, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, traveling, writer, provinsi, simbol, nusantara, lambang, indonesia, seni, kearifan, patung, indah, pemandangan, wisata, wisata alam, touring
Gong Perdamaian (Dok. Pribadi)

budaya, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, keren, konflik, May Khakasa, monumen, Nusantara, Palu, penulis, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, traveling, writer, provinsi, simbol, nusantara, lambang, indonesia, seni, kearifan, patung, indah, pemandangan, wisata, wisata alam, touring
Di depan Gong Perdaaian (Dok. Pribadi)


Read More »

Sabtu, 27 Mei 2017

Palu dengan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu

Provinsi yang satu ini memang panas. Letaknya yang termasuk nol derajat dari garis khaltulistiwa membuatnya menyengat. Nah, kali ini saya ingin menuliskan satu tempat yang sempat saya singgahi ditengah-tengah riuhnya aktifitas di kota Palu, Sulawesi Tengah.

Terik matahari di kota ini memang tinggi, ditambah pula kondisi tanah yang lebih banyak berpasir dan liat. Sejenis tanah alluvial yang memiliki unsur zat hara yang sedikit menambah hawa sumer kata orang jawa. Walau demikian, tempat ini indah. Seperti taman edukasi Nosarara Nosabatutu yang saya kunjungi. Tempatnya agak sedikit naik ke perbukitan. Sejauh mata memandang dari atas perbukitannya, kota palu terlihat dengan jelas bersama pegunungan dan lautnya yang sungguh memanjakan mata. Indonesia memang luar biasa kerennya.

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)
Tiba-tiba saya kepo tentang satu taman edukasi ini sebab bentuknya yang unik. Saya coba menyusurinya. Saya berdiri tepat di depan bangunannya. Saya amati diam-diam mulai dari bawah hingga ujung. Dan sungguh, lagi-lagi saya dibuat takjub. Taman ini memang masih terhitung baru, umurnya masih muda. Diresmikannya baru bulan Mei 2014 lalu oleh Brigadir Dewa Persada. Letaknya ada di kelurahan Tondo, Mantikulero, kota palu. Bentuknya yang berundak dan diatasnya ada sebuah patung obor. Menambah gagahnya bangunan. Katanya, tempat ini menjadi simbol semangat persatuan dan persaudaraan dari seluruh anak bangsa. Sengaja bentuk bangunan ini sedemikian rupa dibuat pasti ada artinya. Ada tiga tingkat undakannya, yang memiliki makna keseimbangan dalam hidup. Yang menggambarkan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan penciptanya dan manusia dengan lingkungannya.

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Di depan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)
Berlanjut pada atapnya. Ada yang unik, di sini ada berbagai lambang tempat ibadah semua agama di tanah air. Yang maknanya juga akan bersambung pada sikap saling menghormati dan menghargai segala bentuk keyakinan dalam beragama. Di luar bagunan ini ada satu tempat yang tak kalah bagusnya untuk dituliskan. Apa itu?? Tunggu sejenak coretan saya selanjutnya. Selamat berkarya sang pejalan. ^ ^

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Di atas bukit Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)

Read More »

Kamis, 25 Mei 2017

Masjid di atas (Laut) Kota Palu

Tak pernah berhenti untuk menyebutkan kalimat-kalimat keagungan Sang Illah. Saat berdiri dalam sebuah ketakjuban yang luar biasa. Sontak saya berpikir, "ini bukan sebuah perjalanan bertugas yang biasa-biasa saja, so amazing,”. Tak sabar saya menuliskan perjalanan ini dalam note yang ada pada mesin genggam buatan manusia. Bukan tentang tugas apa yang sedang saya lakoni. Tapi sebuah perasaan kagum. Kagum dengan segala yang terjadi sejauh mata memandang.

Salah satu ibu kota di Sulawesi, tepatnya di kota Palu. Ada sebuah tempat, dimana tempat tersebut indah dengan hiasan kelap kelip lampunya, jalanannnya seperti lorong tanpa atap yang memesona. Berjalan diatasnya dengan pemandangan kanan dan kiri laut yang berirama nyanyian duyung. Sungguh memesona untuk memanjakan indra penglihatan.

Home, Indonesia, Inspiratif Story, masjid terapung, jembatan kuning, kota, icon, lamang, nusantara, islam, damai, keagungan, May Khakasa, Palu, pengalaman, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi, sulawesi tengah, traveling, travelling, Masjid, Palu, mercusuar, gubernur, argam bab al rahman, laut, indonesia, pesona
Masjid Terapung Palu (Dok. Pribadi)
Dikenalnya dengan sebutan masjid terapung kota palu, masjid Argam Bab Al Rahman yang diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah pada tanggal 12 Januari 2012. Masjid ini berada ditengah-tengah kota. Dekat sekali dengan salah satu jembatan yang menjadi icon kota ini. Nanti saya bahas tentang jembatan itu di lain tulisan saja. Saat ini, hati saya menggebu untuk menggoreskan satu tempat yang membuat saya sedari tadi terkagum. Masjid terapung.

Bukan persoalan tentang indahnya masjid yang kerap malam kubahnya memancarkan tujuh warna dengan alat khusus didatangkan langsung dari Cina. Bukan karena suasana yang dibawa angin bersama deburan ombak laut yang belum terlalu kuat. Pun bukan karena letaknya yang berada di tengah laut yang diberdirikan dengan pilar-pilar beton berkedalam puluhan meter. Namun, sebuah perasaan yang luar biasa dirasakan. Saya bersujud kepada Rabb Yang Maha Agung di atas keagungan tempat ini. Sungguh tak ada kata atau kalimat yang indah lagi untuk tertuliskan selain kalimat-kalimat keindahan-Nya. Allahu Akbar, MasyaAllah.

Home, Indonesia, Inspiratif Story, masjid terapung, jembatan kuning, kota, icon, lamang, nusantara, islam, damai, keagungan, May Khakasa, Palu, pengalaman, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi, sulawesi tengah, traveling, travelling, Masjid, Palu, mercusuar, gubernur, argam bab al rahman, laut, indonesia, pesona
Teras Masjid Terapung Palu (Dok. Pribadi)

Read More »

Kamis, 20 April 2017

Jalan Baru Penikmat Wedang

Ada satu cerita lagi yang ingin saya tulis. Sayang jika ini dilewatkan. Pada postingan saya lalu (baca: Kuliner mantap di (Pulau) Kota Kecil), sedikit saya ceritakan tentang satu kuliner yang tidak kalah mantap. Jenis kuliner yang berasal dari satu kota kecil di pulau yang dikenal dengan bentuknya menyerupai huruf “K”. Dimana saat ini saya berdiri pada satu sudut provinsinya, tepatnya di Provinsi Sulawesi Tengah, kota Toli-toli.

Udara di kota tersebut saya akui, memang sangat panas. Dibanding dengan kota Surabaya, kota ini tak kalah panasnya. Bedanya kota metropolitan kedua tersebut berudara panas, sebab terik matahari di atas ubun-ubun kepala ditambah dengan udara kotor dari padatnya kendaraan dan gedung-gedung yang menjulang  tinggi berbahan kaca, sedang kota kecil ini bukan karena hal itu. Selain karena mataharinya, udara panas dari laut yang terasa menggigit kulit.

Sejauh mata memandang, memang kota ini penuh pesona. Pegunungan tertata dengan indah dan hamparan laut terbentang dengan luasnya. Sungguh, jika pembaca berkunjung ke tempat ini akan banyak senyuman dan ketakjuban. Kali ini saya bukannya akan membahas tentang indahnya kota ini, nanti saja di lain cerita. Ini sekadar pembukaan.

Rabu (1/3) setelah aktifitas sehari yang melelahkan, kali ini ada seorang rekan yang mengajak untuk sejenak beristirahat menikmati udara segar sembari berjalan menuju persinggahan. Kami melewati sebuah tempat yang bisa dikata sederhana tapi indah. Tepatnya jalan Baru di sudut kota ini, terdapat tempat ngopi, ngopinya anak muda. Tempat ini buka mulai sore hingga malam hari. Walau tempatnya hanya sederhana dari dipan, tak pernah sepi dari pengunjung. Sebab yang disugguhkan adalah ciri khas dari kota ini.

wedang, kuliner, jahe, anget, susu, tradisional, nusantara, minuman jahe, minuman susu, toli-toli, sulawesi, sulawesi tengah, terpencil, kuliner, jalan-jalan, wisata, pantai, dermaga, laut, bukit, sareba, khas, dabu-dabu, rica, pedas, enak, nikmat, susu, ngopi, kopi, santai, sore, senja, baru,khas, pulau, traveling, pengalaman
Sareba (doc. Pribadi)
Terkenal dengan namanya “Sareba” minuman khas kota ini. Sejenis wedang jahe yang diseduh dengan susu. Jahenya sangat terasa di lidah, berbeda dengan minuman jahe yang pernah saya rasakan di Jawa, ada ciri khasnya sendiri. Ketika meminumnya, rasa susu yang bercampur dengan wedang jahe masih tertingggal nikmatnya di bibir. Sareba di kota ini selalu dihidangkan dengan pisang goreng dan tak lupa dengan rica-rica. Semua makanan yang disajikan di kota ini selalu disandingkan dengan rica-rica. Entah, makanannya manis ataupun asin selalu bersama rica-rica ataupun dabu-dabu.

wedang, kuliner, jahe, anget, susu, tradisional, nusantara, minuman jahe, minuman susu, toli-toli, sulawesi, sulawesi tengah, terpencil, kuliner, jalan-jalan, wisata, pantai, dermaga, laut, bukit, sareba, khas, dabu-dabu, rica, pedas, enak, nikmat, susu, ngopi, kopi, santai, sore, senja, baru,khas, pulau, traveling, pengalaman
Pesona Sareba (Dok. Pribadi)
Selain minumannya yang nikmat, tempatnya pun sangat memesona. Meminum sareba bersama pisang goreng lengkap dengan rica-rica, ditambah dengan ruangan terbuka berhadapan dengan lautan dan gunung, sungguh sangat memanjakan mata dan rasa. Tempat ini memang akan dirindu bagi tiap orang yang mengunjunginya. Sungguh ciamikkk.

Read More »

Minggu, 05 Maret 2017

Kuliner Mantap di (Pulau) Kota Kecil

Melakukan perjalanan di suatu kota ataupun menetap untuk melakukan kepentingan tertentu, tidak afdhol jika belum mengetahui ciri khas kota tersebut. Nah, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang makanan khas dari kota Toli-toli yang terletak di Sulawesi Tengah. Kota Toli-toli ini merupakan kota kecil yang sudah maju dari beberapa pulau kecil di Sulawesi Tengah. Sistem transportasi yang tertata bagus, mulai dari alat transportasi darat, laut, maupun udara. Bangunan sekolah yang sudah berjajar rapi mulai dari playgroup hingga perguruan tinggi. Dan beberapa aspek kehidupan lainnya.

Sebenarnya, bukan pertama kali saya datang ke kota ini, entah untuk kesekian kalinya, tak terhitung. Tapi tetap rindu dengan tempat-tempat yang ada di kota tersebut. Mungkin karena kota ini adalah tanah kelahiran saya dan sebab itu pula jika adanya suatu kepentingan yang harus dilakukan di kota tersebut, saya akan mengiyakan.  Sejauh mata memandang, kota ini dikelilingi oleh pegunungan dan laut yang apik nan indah. Berbeda dengan kota-kota di Jawa Timur yang pernah saya singgahi.

Ada salah satu jenis makanan yang wajib dicoba dari kota ini. Orang-orang menyebutnya “ambal”. Hati-hati kalau mendengar jenis makanan ini, sebab jika orang Jawa ke kota tersebut sering salah dengar dengan kata “hambal”. Penambahan huruf “h” salah besar dalam pemahamnnya, sebab keduanya berbeda jauh. Hambal dalam bahasa jawa merupakan sejenis tikar atau karpet, tapi ambal adalah sejenis makanan khas dari kota tersebut. Jika boleh dikatakan, di kota-kota besar terdapat jenis makanan yang dikenal pizza. Nah, ambal ini bisa juga disebut mini pizza khas kota Toli-toli yang rasanya akan mengalahkan rasa pizza.

kota, kuliner, traveling, jalan-jalan, wisata, tradisioanal, nusantara, makanan, makan, minum, minuman,ambal, hambal, sulawesi, sulawesi tengah, tungku, api, bara, panas, dabu-dabu, karpet, sambal, minyak, main, pizza, enak nikmat, toli-toli, daerah terpencil, subur, wajan, memasak, belajar, lalapan, pedas, jawa, siti muyasaroh
Kuliner Ambal (Doc. pribadi)
Ambal terbuat dari sagu yang didalamnya terdapat ikan-ikan kecil yang disebut cakalang. Cara membuatnya pun unik, dimasak diatas tungku api dengan penggorengan menggunakan wajan kecil  yang terbuat dari tanah liat. Karena dimasak tanpa menggunakan minyak jadi aman untuk orang yang memiliki kolesterol tinggi. Jika sudah matang, ambal akan disajikan dengan jenis lalapan yang disebut daun kemangi. Tidak ketinggalan dabu-dabu, sejenis sambal yang pedihnya bukan main. Jika orang yang suka pedas, mantap untuk mencoba jenis makanan ini. Jadi, selamat berkulineria sang Pejalan...
Read More »

Sabtu, 25 Juni 2016

Chatingan Sama Orang Luar Negeri, Sambil Belajar Lagi

Katanya, belajar bahasa yang bisa membuat kita mahir secara langsung salah satunya dengan pergi ke negaranya. Waduh, akomodasi kesananya itu yang belum cukup, masih ditabung. He-he-he. Mau khursus lagi pun, sepertinya tidak sekarang. Masih ada yang lebih diprioritaskan.  Lantas diam saja? Menunggu wangsit datang tiba-tiba, mendadak pintar berbahasa. Waaaa.. cara dari mana itu?. Sepengetahuan saya sampai saat ini, orang bisa karena mau dan berani untuk belajar. Kalau ada cara yang instan, ikutan wes. Bagi-bagi dong caranya.

Saya mempunya impian. Suatu hari nanti saya bisa berkunjung ke negara tetangga. Berinteraksi, berdiskusi, saling berbagi pengalaman, dan berkawan dengan mereka. Sama siapa saja yang penting dalam arah kebaikan. Kalau saya mau flashback, sejak kecil lingkungan sudah pake bahasa Jawa, asli Suroboyo-an. Keluarga pun saklek tulen Suroboyo-an ya meski terkadang campur sih dengan bahasa Nasional, Indonesia. Keluar SD, saya move on. Allah kasih Jalan kepada saya untuk sekolah di lingkungan yang benar-benar baru. Dan menurut saya ya.. yang masih super cupu abis anak kampungan, terus di sekolahin sama anak-anak kotaan. Apalagi lingkungan sekolah yang menerapkan 3 bahasa. Inggris, Arab dan pastilah bahasa Indonesia. Biuuhh, ampun ya.. Perubahan lingkungan yang menurut saya sangat drastis, mental usia kecil saya sedang diuji. Sampai-sampai seminggu selepas masuk sekolah tepar, sakit seminggu. Demam, panas tinggi-dingin. Orang tua tak tahu kenapa anaknya tiba-tiba sakit seperti ini. Suatu malam, saya cerita ke Ibu saya. Lingkungan Sekolah yang sangat baru itu. Yah.. curhatannya anak-anak SMP lah. Cerita panjang lebar kali tinggi. Dan Ibu hanya bisa mendengar saja. Beliau pun belum tahu seperti apa sekolah itu. Hanya kakak saya yang tiap kali riwa riwi ke sekolah, mengurus administrasi dan keperluan saat pendaftaran sekolah itu. Dari hasil curhatan itu, ternyata ibu cerita ke kakak. Memungkinkan kalau saya, sepertinya sedang shock berat. Kaget dengan sekolahnya yang saat itu. Putus asa. Apalagi, sempat saya keceplosan bilang sambil nangis belum kuat sekolah yang seperti itu.

Setelah mendengar cerita dari Ibu, Gak perlu menunggu lama. Saya di dudukkan sama kakak saya. Diberi wejangan-wejangan. Eh, nasihat lebih tepatnya. Yang membuat saya harus bangkit kembali. Nasihat apa itu??? Belum bisa dituliskan disini. Hanya saya dan kakak saya yang tahu. Hingga membuat saya berjanji demi... ha-ha-ha. Dan janji itu pun hingga saat ini masih saya perjuangkan untuk mewujudkannya. Yang jelas impian perubahan lebih baik untuk orang-orang yang saya cintai dan sayangi. Semua ada prosesnya yang penting berani untuk memulainya.

Hebatnya setelah peristiwa duduk bersama itu, saya tiba-tiba sembuh. Mungkin ini yang dibilang. Obat yang paling manjur itu ada pada keyakinan dari dalam hati. Oke, Saya berupaya untuk beradaptasi. Berusaha untuk belajar bahasa disana. Bekal bahasa Arab, okelah, dari keluarga bisa. Indonesia, bisalah. Eittt tapi untuk satu bahasa ini. Inggris. Tepok jidat saya. Basic-nya sangat kurang sekali. Tapi, lingkunganlah yang membantu saya. Apalagi guru-guru di SMP buaik puooll. Telaten ngajari saya. Saya masih ingat betul, reading time setelah makan siang saya gunakan untuk pergi ke beliau. Yang lain baca-baca di kelas atau di perpus. Saya nongkrong di kantor. Ha-ha-ha. Belajar pengucapan kata. Seiring waktu saya bisa menyamai mereka. Mengerti dengan berbahasa inggris-an.

Dilanjut, berbahasa inggris untuk saat ini. Sangatlah penting. Biar gak kalah sama orang-orang hebat diluar sana. Ketika kita bisa dan mengerti. Jangan diendapkan saja, digunakan saat kita perlu saja. Misal, saat mencari jurnal-jurnal berbahasa inggris atau mencari referensi-referensi lain dengan menggunakan bahasa asing ini. Harus selalu di-update.

Ada satu cara. Mudah kita lakukan. Diawal kali saya buka tulisan ini. Belajar bahasa yang manjur ya di negaranya. Terus kalau belum bisa melalang kesana? Bagaimana? Tenang, banyak cara menuju Roma. Eh, ganti-ganti. Banyak cara menuju Mulyosari, Surabaya. Lebih dekat dengan rumah saya. Mari bersilaturrahmi. Balik, dilanjut dulu. Ramadhan tahun ini kadang saya gunakan untuk ber-chating ria saat jam-jam istirahat dari aktifitas saya. Chatingan-nya bukan sama orang yang satu bangsa dan satu bahasa. Melainkan dengan orang di negeri seberang sana. Say hello, say something, and share info. Tujuannya hanya satu. Belajar dan selalu update bahasa kita. Learning by doing. Khususnya di conversation saya. Dari sini. Secara tidak langsung kita akan terpancing untuk mengatakan sesuatu. Contoh, saya ada seorang teman yang berasal dari Malaysia. Namanya nur sabrina. Kebetulan dia muslim, umurnya masih 20 tahun, saya tanya saja suasana ramadhan di sana. Budaya, adat dan apa saja yang berhubungan dengan bulan ramadhan. Kan pasti beda dengan indonesia. Sedikit-sedikit saya pun minta diajari bahasa mereka. Lain dengan teman yang ada dari India, umurnya sudah 45 tahun seorang bapak-bapak. Setahu saya, budaya dan adat di India cukup buanyak. Apalagi India juga salah satu negara yang mendapatkan penghargaan sebagai negara yang memiliki budaya terbanyak di dunia menurut UNESCO selain Indonesia. Nah, saya angkat topik ini ke pembicaraan. Apalagi saat ini di Indonesia sedang demam-demanya dengan virus perfilman India. Terus adalagi teman dari Algeria seorang electical engineer, London dan negara-negara lainnya. Dan serunya dari beberapa teman yang saya ajak berbicara ini akan mengirimkan kartu lebaran kepada saya nanti. He-he-he

Banyak situs chating yang beredar untuk menambah teman sekaligus belajar dengan mereka. Kalau saya sendiri. Menggunakan situs www.hospitalityclub.org dan www.interpals.net. Alangkah indahnya jika kita manfaatkan akun-akun media sosial untuk hal-hal yang positif. Selamat belajar dan berproses. ^ ^
Read More »

Jumat, 01 Januari 2016

Ini Perbedaan Antara Kakak dan Adek

Bulan Mei 2014 lalu, tepat tanggal 9 hari jumat sekitar pukul sembilanan malam. Aku masih ingat betul dengan kejadian itu. Pengalaman pertama kali bagiku, yang memberikan pelajaran berharga. Saat itu aku usai mengantarkan teman ke stasiun Bungur Sidoarjo. Perjalanan pulang menuju rumah tiba-tiba sebuah sepeda motor dari arah yang berlawanan menghantam sepeda motorku. Tak sempat menghindar, sebab begitu cepatnya motor itu melintas dan tubuh pun jatuh bersama motor seketika juga. Sejanak gelap, tapi sebelumnya aku sempat melihat motor yang menghantam diri ini masih bisa berdiri dan dengan cepat lari.

Lebih tepatnya aku korban tabrak lari.

Beruntung tempat kejadian itu tepat di depan supermarket yang terletak di sekitar Semolowaru, dekat sekali dengan kampus Institut swasta di Surabaya bagian timur. Orang-orang disekitar supermarket langsung berkerumunan menolong. Suara ribut yang terdengar berhasil membukakan mataku. Ada seorang Bapak yang membantu membukakan helm yang ku kenakan. Kaca helm itu sudah pecah. Sepeda motorku, entah bagaimana keadaannya. Yang terpenting saat itu adalah keselamatan diri dulu. Ada juga dua orang perempuan yang membantuku berdiri dan memapah tubuh ini ke teras supermarket itu. Awalnya, aku akan langsung dibawah ke rumah sakit oleh kedua perempuan itu. Sebab darah dari kening, tulang pipi, tangan, dan kaki keluar dengan begitu saja. Tapi, aku menolak dan meminta tolong untuk membawaku ke pinggir jalan dulu. Tujuannya, agar aku merasa tenang dulu. Karena setelah adanya kecelakaan, pastilah kondisi tubuh tiba-tiba kejang. Kaget. Gemetar. Dan apalah namanya.

Aku melihat satu dari perempuan itu tergopoh-gopoh dari dalam supermarket dengan membawa sebotor air minum, tisu dan kapas untuk membersihkan darah yang mengalir di area wajahku. Setelah kondisiku sedikit tenang. Kedua perempuan itu, kembali memintaku untuk dibawa ke rumah sakit. Takut-takut ada kenapa-kenapa denganku. Baik sekali kedua perempuan itu. Namun, kembali ku tolak. Karena saat itu aku masih merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Malahan aku ingin pulang.

Nah, ketika aku berpikir pulang. Pastilah orang-orang rumah akan kaget, panik dan heboh. Apalagi kalau nenek dan ibu. Mereka orang pertama pastinya  yang khawatirnya minta ampun dan aku tak mau membuat mereka khawatir. Apalagi dengan melihat kondisiku yang masih berdarah-darah belum sepenuhnya dibersihkan. Saat itu juga aku putuskan untuk menghubungi salah satu teman dekatku yang ada di kampus dan urung menghubungi orang-orang rumah. Setelah mendengar bahwa aku kecelakaan intonasi suara dari HP berubah menjadi panik. Padahal saya menyampaikan kabar itu dengan hati-hati dan nada seperti tak terjadi apa-apa. Santai.

Akhirnya tak lama kemudian dia datang menjemput dan hendak mengantarkanku pulang. Lagi-lagi aku menolak. Meminta tolong untuk malam itu sementara waktu aku menginap dikosnya. Sambil membersihkan darah yang ada pada luka serta memimjam bajunya untuk berganti pakaian. Dia membolehkanku menginap malam itu, setelah saya memberinya penjelasannya.

Oke, sepanjang malam itu. Aku menahan sakit bukan main. Tapi tak berbicara kepada temanku itu. Tidurnya pulas sekali, aku tahu dia lelah dengan segala aktivitasnya di kampus. Saat adzan subuh terdengar, cepat-cepat ku hubungi kakak laki-laki ku. Aku tahu, dia kaget. Dan segera mungkin menjemput dikosan temanku itu. Dengan tertatih aku keluar dari kosan dan menghampiri kakakku. Aku tahu dari raut mukanya, ia hendak marah. Kenapa tak langsung menghubunginya malam itu. Tapi urung setelah melihat kondisiku dan mencoba memberikan pengertian. Bahwa saya tak mau membuat orang rumah khawatir dan memintanya untuk jangan memberi tahu nenek dan ibu dulu. Biarkan mereka tahu setelah saya sampai di rumah nanti. Setelah itu, aku langsung dibawa kerumah sakit terdekat. Dan menurut saja apa kata dokter atau perawat yang merawatku saat itu.

Sekarang beralih ke kejadian yang serupa, dua hari lalu sejak aku menuliskan cerita ini. Namun, kejadian itu bukan menimpaku lagi, melainkan adikku.

Kecelakan itu, terjadi ketika sebuah mobil hendak berputar kekanan. Tapi posisinya ia menyalakan reting lampu secara mendadak setelah motor adikku berada tepat di sebelah kanannya dengan kecepatan stabil tak menguranginya. Dan mobil itu secara tiba-tiba berbelok. Terjadilah kecelakan itu. Ia sempat lompat dan terguling-guling diatas terotoan. Orang-orang yang tahu kejadian itu langsung menghentikan mobil itu dan kata adik saya memang mobil itu awalnya tidak akan malarikan diri. Justru berhenti menolongnya. Disisi lain ternyata ada salah satu adek didikku yang pernah aku ajari ketika aku masih duduk di bangsu SMA mengetahui kejadian itu. Ia langsung berlarian menuju rumahku dan memberikan kabar itu langsung kepada ibu yang saat itu baru pulang dari musholah di seberang jalan. Sedang aku yang baru tiba di rumah setelah melakukan aktivitas sepanjang hari langsung beranjak lari menuju lokasi kejadian. Dan meminta adik perempuanku menjaga ibu untuk tetap di rumah.  Ternyata tempat kejadian sudah bubar. Dan pertanyaanku saat itu, dibawa kemana adikku tadi.

Aku mencoba tenang dulu, menghubungi kakak yang sedang bersama istri dirumahnya. Sepertiku sebelumnya, kakak langsung menuju tempat kejadian dan hanya menemukan aku seorang dengan wajah yang masih penuh kekhawatiran tapi mencoba tenang dengan tetap dalam pikiranku, adikku dibawa ke rumah sakit mana?

Akhirnya kakak memintaku untuk pulang. Ia yang akan mencari adikku dirumah sakit terdekat dari rumah dan lokasi kejadian itu. Mengabari ibu, menenangkan dan menjaganya. Sambil menunggung kabar dari kakak.

Tak lama kemudian, kakak mengabari bahwa adik sekarang berada di rumah sakit UNAIR dan menjalani perawatan. Serta tak perlu terlalu dikhawatirkan. Hanya luka-luka ditangan, kaki dan dijahit jari manis dan kelingkingnya. Setelah itu pulang.

Esoknya, seperti biasa. Adikku ini suka bercerita, ngelucu, dan bercanda. Serta kemampuannya untuk mengendalikan orang dan situasi cukup handal. Saat sore hari saya pulang kerumah. Aku duduk berjajar dengannya. Bertanya kejadian semalam. Dan dia tertawa. Sedang aku heran melihatnya, ada apa.

Saat itu, dia menceritakan sedetail mungkin kejadian malam itu. Saat posisinya terjatuh sampai dia dibawa ke rumah sakit. Setelah itu saya ikutan tertawa mendengarnya. Urung kasihan karena melihat perban-perban di tangan, kaki, jari dan memar yang terlihat. Bagaimana tak tertawa. Dalam kondisinya tertabrak saja ia masih bisa berpikir bagaimana bagusnya posisi ia terjatuh. Saat diberdirikan orang, ia bilang sandalnya lepas. Hanya satu yang terlihat, itu pun satu meter dari posisinya jatuh. Sedang satunya lagi tak tahu kemana. Meminta orang mencarinya dulu dan menolak langsung dibawah ke rumah sakit. Padahal dia sudah berdarah-darah. Sebab sandal itu sandal kesayangan. Katanya.

Kemudian saat dirumah sakit. Dia membuat ke empat perawat yang ada diruangan tertawa dan pusing sebab ulahnya yang jahil menggoda perawat itu. Hingga orang yang menabrak, kakak dan istrinya pun tertawa melihat tingkahnya. Urung juga kasihan. Katanya, kalau tidak jahil sakitnya terasa. Jadi dibuat tertawa. Supaya tak tegang. Ia menyapa perawat-perawat itu dengan sebutan yang berbeda-beda. Sesuai dengan raut wajah menurut pendangannya. Diantaranya mbak cantik, mbak putih, mbak bundar dan satu lagi mbak tante. Saat salah satu perawat yang dipanggilnya mbak tante selesai membius jari-jarinya dengan menyuntiknya sebelum dijahit, perawat itu mencubit jarinya, memastikan bahwa biusnya sedang bekerja dan bertanya kepada adekku. “terasa?” iapun menjawab “terasa.”.

Kemudian perawat tersebut menyuntiknya sekali lagi, dan bertanya kembali “terasa?”

“Iya, terasa, mbak tante.”

Wajah perawat itu terheran dan menyuntiknya lagi. Dan bertanya lagi “ terasa?”

“terasa, mbak tante.”

Raut wajah perawat itu katanya semakin terheran. Mencubitnya lagi "sakit?"

Dengan tampang polosnya adekku menjawab “tidak sakit,” Sontak perawat itu menarik napas panjang sambil memegang kepalannya. Tiga perawat lainnya tertawa.

“Oala, mas-mas. Tidak bilang dari tadi. Saya sudah menyuntik sampai tiga kali,” perawat itu sebal karena ulah adekku.

“mbak tante, tanyanya bukan sakit tadi, tapi terasa.” Jawab adekku sambil tertawa.

 Inilah perbedaan itu, ulah sikap adek dan kakak. Silakan disimpulkan dan dimengerti sendiri. Karena aku disini hanya ingin menuliskan sepotong dari kisah perjalanan hidupku. Antara aku sebagai kakak dan adekku yang sudah memasuki tahap akhir dari masa SMAnya.

Dulu, kecelakaan yang aku alami adalah motor dengan motor. Tabrak lari lagi. Tapi adekku, motor dengan mobil. Orang yang menabrak berbaik hati bertanggung jawab menolong pula. Tapi bukan itu perbedaannya. Tapi cara bersikap untuk menghadapi kondisi yang terjadi. Aku sayang kepada keluargaku, khususnya ibu dan nenekku. Dengan cara menyembunyikan kejadian hingga benar-benar tenang. Baru aku berbicara. Padahal itu adalah cara yang salah. Dengan menunda kabar itu kepada orang-orang rumah. Tapi adekku, belajar dari kejadianku terdulu dan mengubah situasi yang tegang, panik, dan prihatin. Menjadi terkendali dan berhasil menenangkan dengan celotehan jahil dan menyenangkan.

Sebagai penutup, yang menyentuh hatiku untuk menuliskan kejadian ini adalah pernyataannya setelah bercerita sore tadi. “mbak, aku belajar tentang rasa sayang dari kekhawatiran dan kecemasan dari mbak dulu pas kecelakaan.”

Entah pembaca menganggap kata terakhir itu seakan-akan berlebihan atau tidak. Tapi itulah katanya.
Read More »

Kamis, 01 Januari 2015

Notes Baru

Aih... sudah luama banget vacum di dunia blog. hening, senyap, mengihilang entah kemana. Rindu dengan catatan-catatan baru yang di ditinggalkan disini. Kini mencoba untuk mengukir kembali. Assalamualaikum...

Memetik Hikmah Warna-warni Kehidupan

(Oleh May Khakasa)

Terik matahari menyengat, tepat di ubun-ubun kepala. Kaki menerjang panasnya jalan menuju laboratorium yang berdiri kokoh diantara bangunan tua yang didirikan entah tahun berapa. Yang pasti, sudah lama. Terlihat dari dinding-dindingnya sudah ada sedikit retak, cat warna tembok yang kusam, atap yang menyisakan guratan kuning akibat bekas bocoran hujan atau tetesan AC  yang menggantung tinggi di dinding , serta terlihat beberapa sarang laba-laba menggantung dipojokan ruangan. Laboratorium itu, terdapat satu kotak ruang yang dipisahkan oleh sebuah sekat dari triplek berukur sekitar 4x3 meter. Tidak lain, ruangan itu adalah ruang kepala laboratorium yang didesain dengan beberapa komputer berjajar guna mencari data bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Awalnya hanya berisi tiga orang perempuan. Berbicara memecahkan sebuah pertanyaan yang aku ajukan kepadanya, tidak lain mereka adalah kedua senior ku yang menguasai ilmu tentang wind turbin , bagaimana tidak? Karena kebetulan mereka yang sedang mengambil tugas akhir tentang wind turbin tahun ini. Satu persatu pertanyaan terjawab dan satu persatu pula seniorku pergi dari ruang, menyisakanku sendiri didepan komputer.

Tak beberapa lama, salam terdengar dari balik pintu dan seniorku yang lainnya satu persatu masuk. Memecah kesepian dalam lab. Mereka berbincang, bercanda, berdiskusi dan hal lainnya dilakukan dalam laboratorium tersebut. Mengisi waktu sengggang untuk menanti pergantian mata kuliah selanjutnya. Wajar lah, anak teknik yang notabennya banyak cowok, biasanya nongkrong di warung tapi ini nongkrongnya di lab. Itu karena mereka telah bersandang sebagai asisten lab yang harus setiap saat ke lab, entah itu hanya mampir atau apalah.

Aku bukan mempermasalahkan tentang gurauan, diskusi atau apa yang mereka lakukan di lab. Bukan urusanku, aku sebagai junior sekaligus mahasiswi yang hanya sekedar singgah untuk bertanya tentang beberapa hal sudah terjawab dan hanya bisa memerhatikan tingkah seniorku. Toh, disini aku bukan asisten lab seperti mereka atau kenal dekat dengan mereka, hanya sekedar tahu mereka. Tidak kurang dan tidak lebih. Tapi, ketika aku mendengar celetukan salah satu seniorku yang asyik mengobrol, lantas entah kenapa tangan yang tadinya asyik mengutak-atik komputer jadi berhenti. Ini bukan kesengajaanku untuk mendengar pembicaraan mereka. Tapi ini memang tidak disenganja. Suruh siapa mereka lantang juga berbicara, dengan ukuran laboratorium yang tidak begitu luas semua orang akan mendengarnya. Termasuk aku yang duduk dari ruang berjajar komputer itu, yang hanya dipisahkan dengan sekat dari trilek. Anggap saja dia si A dan si B, ada lagi sih sebenarnya mungkin bisa C, D dan seterusnya. Tapi menurutku pembicaraan si A dan si B ini yang cukup menarik dalam benakku, hingga menghentikan aktifitasku tadi. Setidaknya begini secuil potongan percakapan mereka. Ini aku sudah membahasakan ke bahasa indonesia agar semua bisa mengerti, karena mereka bicara campuran dengan bahasa jawa, maklum tempat kuliahku ini di Surabaya, yang notabennya kampus cukup bergengsi di Surabaya ataupun di tanah air ini­­­­_sedikit berlebihan.

“Cari kerja besok itu yang enakan lah, gaji yang besar,” kata si A.

“apa sih kamu ini,” jawab si B sambil menyennggol lengan si A

“iya dong, gaji besar biar bisa ngidupin istri yang enak,”

“wah, ga gitu juga,” singkat si B menjawab.

“Kamu mau, nikahin perempuan yang seperti si putri (sebut saja ini), iyalah pasti kamu mau nikah sama si Putri, kan enak, nanti kalau misal gajimu sebulan hanya 1 juta, dia juga tetap nurut saja sama kamu, dia nanti toh juga tetap bilang ‘bersyukur mas gaji segini’ iyakan?” si A menambah percakapannya dan sontak tertawa mengejek.

Jawaban si B hanya tersenyum sambil,” apa sih,”

Masih ada percakapan selanjutnya yang hanya bisa aku dengar sambil tak enak hati rasanya, seperti diaduk-aduk dan ingin segera keluar dari ruangan itu.

Sungguh, ini adalah benar-benar kejadian nyata yang aku dengar dan saksikan sendiri. Percakapan para pria yang mungkin tak sadar ada seorang perempuan di balik kamar ruang yang hanya berukuran 4x3 meter itu. Yang membuatku tak enak hati adalah, kenapa obyek omongannya harus dengan si Putri itu? Kamu tahu, siapa yang mereka bicarakan si putri itu? Dia adalah benar-benar wanita yang sholehah_benar-benar menurutku, aku saja sampai ingin seperti dia, sungguh sangat mulia sekali dia.

Si Putri adalah seorang muslimah yang berparas sangat cantik, berkerudung panjang, bertutur kata lembut, berakhlak baik, berpengetahuan akan agama dan ilmu teknik. Prestasinya tidak hanya dalam dunia keteknikan atau sains namun dalam nilai agamapun dia unggul.  Kebetulan juga ia adalah seniorku sendiri.

Sepanjang perjalananku setelah keluar dari ruangan itu, aku berpikir, “ Ya Allah, apakah semua yang ada di dunia itu, harus di nilai dari materi? buat apa manusia banting tulang hanya sekedar demi hasrat duniawi saja, tak mementingkan bagaimana indahnya bersyukur itu, padahal jika selalu merasa bersyukur, Allah akan menjauhkan perasaan dalam diri dari yang namanya kurang dan akan selalu merasa cukup, semoga mbak si Putri akan selalu Engkau lindungi dari orang-orang yang haus akan kepuasan, kekuasaan dan kebanggaan duniawi seperti itu”

Aku bukan seorang alim ulama atau seorang yang cakap dengan ilmu agamanya, aku masih belajar sampai sekarang. Aku hanya tahu, salah satu properti kebanggaan dari seorang suami kelak adalah memiliki makmum yang sholehah, yang bisa menjadi perhiasan di dunia dan menjadi jalan menuju surga bagi sang suami. Aku pun bukan seorang yang mungkin lebih baik dari orang-orang yang lainnya, toh, aku juga belum pernah merasa bagaimana menikah dan kehidupan rumah tangga itu. Hanya saja yang aku tahu dan belajar dari seorang kakak yang sudah beranak pinak_walau masih satu dan menggemaskan. Setelah menikah, rumah tangga itu dibangun dengan dasar kebaikan dan satu sama lain berusaha untuk membuat rumah tangganya lebih baik karena keduanya telah memutuskan untuk saling bersama dan mencintai.
Read More »

Senin, 16 Mei 2011

the discovery of song (Freedom)

berkunjung ke blog SMP karena kangen,
buka-buka kenangan masa lalu,
cari-cari informai baru..
eeee... ketemu lagu bagus..
kalo` uda tau artinya pasti tambah keren...





by Maher Zain

Gathered here with my family
My neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands
It doesn’t matter where you’re from
Or if you’re young, old, women or man
We’re here for the same reason; we want to take back our land

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we’re here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us

No more being prisoners in our homes
No more being afraid to talk
Our dream is just to be free, just to be free
Now when we’ve taking our first step
Towards a life of complete freedom
We can see our dream getting closer and closer, we’re almost there

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we’re here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us

I can feel the pride in the air
And it makes me strong to see everyone
Standing together holding hands in unity
Shouting out load demanding their right for freedom
This is it and we’re not backing of
Oh God we know you hear our call

And we’re calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, calling for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us
Read More »

Minggu, 13 Maret 2011

Kilas Balik Jawa Timur Park II

Jawa Timur Park 2 atau Jatim Park 2 merupakan sebuah kompleks theme park baru di Kota Batu, Jawa Timur yang dibangun secara bertahap dari tahun 2009 sampai 2010 dengan luas area sekitar 16 hektar. Jatim Park 2 ini mengedepankan konsep nature (alam), ada 3 sajian utama di dalamnya, yaitu:

1. Museum Satwa.

2. Hotel de Pohon (pohon inn hotel).

3. Secret Zoo.

Dari arah depan, ada 3 tampilan arsitektur yang sangat bagus. Di paling kiri, Museum Satwa tampil dengan langgam klasik Yunani. Di tengah, Hotel dengan metafora berbentuk pohon raksasa (gigantic tree). Kemudian di sisi kanan, Secret Zoo yang tampil secara kontemporer dengan permainan geometris yang disusun ala cut diamond (potongan intan).

Museum Satwa merupakan Museum Terbesar dan terlengkap. Menyajikan satwa dari berbagai belahan dunia antara lain dari Afrika, Amerika, Australia, eropa dan antartika. Mengusung konsep museum masa kini (kotemporer). Menggabungkan antara seni lukis, technologi, dan ilmu pengetahuan khususnya satwa. Tampilan museum dibuat berbeda dan menyenangkan. Pendirian Museum Satwa didasari kenginan untuk memberikan pengetahuan dan pembelajaran terapan kepada pengunjung terutama usia sekolah sebagai pendukung pembelajaran satwa yang disajikan dengan latar belakang sesuai habitat dan ukuran sesungguhnya. Selain satwa awetan yang ada di masa kini, Museum Satwa juga menyajikan replika satwa purba seperti Apatosaurus, Tyrannosaurus-Rex, Stegosaurus, Mammoth, dan replika satwa purba lainnya.

jatim park, malang, batuu, wisata, liburan, jalan-alan, traveling, muyasaroh
Jatim park 2 Batu Jawa Timur

Kota Batu memiliki sebuah kebun binatang baru yang diberi nama Secret Zoo.Lokasi Secret Zoo ini sendiri satu komplek dengan Museum Satwa, yaitu di Jawa Timur Park 2 Kota Batu. Meskipun ini adalah kebun binatang yang baru saja di launching, akan tetapi memiliki koleksi satwa yang langka dan tidak kalah bagus dengan kebun binatang lain yang berada di Indonesia. Arsitektur kebun binatang ini pun berskala internasional.

Hotel de Pohon (pohon inn hotel) adalah salah satu tempat penginapan yang satu komplek dengan  museum satwa dan secret zoo. Hotel ini di desai dengan gayanya yan mirip dengan akar pohon.

Beberapa fasilitas yang disediakan di Jawa Timur Park 2 adalah:

  1. Tempat parkir yang nyaman dan aman berada di lahan seluas 2 ha.

  2. Bangunan Indoor yang dibangun diatas lahan kurang lebih 1 Ha dari 15 ha area jawa timur park

  3. Menyajikan ratusan diorama satwa dari berbagai penjuru dunia, yang divisualisasikan sesuai dengan habitatnya.

  4. Insektarium yang berisi ribuan jenis serangga dari negara di belahan dunia.

  5. Pengetahuan satwa yang disajikan melalui keterangan-keterangan yang berada disetiap diorama, baik dari jenis sata, kebiasaan satwa dan juga asal satwa tersebut.

  6. Khasanah pengetahuan fauna sebagai tempat dan pembelajaran melalui kuis dan tebak-tebakan tentang satwa.

  7. Guide yang profesional

  8. Fasilitas umum toilet dan musholla yang bersih dan nyaman.

  9. Tempat istirahat yang terletak di warung desa, dengan desain pedesaan dan style pedesaan.

  10. Fasilitas hot spot di khasanah pengetahuan fauna dan warung desa.

Read More »

Sepatah kata...

Entah di mulai dari mana, aku bingung mau cerita apa.

Hidup memang penuh tantangan. Tanpa tantangan mungkin hidup ini takkan  seru. Ibarat kita main sebuah game, tanpa tantangan yang ada di dalam game, mungkin game tersebut tak akan seru dan bahkan tak akan ada yang memainkannya.

Ya… begitulah hidup.

Banyak tantangan hidup yang harus kita lakukan, mau gak mau harus di lakukan. Seperti, hidup perlu untuk makan, tapi bagaimana caranya untuk bisa makan itu?

Ya…. Kita harus bekerja, baru kita akan mendapatkan makan.

Hidup juga perlu untuk menuntut ilmu, tapi bagaimana caranya untuk mendapatkan ilmu itu dan ilmu yang seperti apa dulu?

Ya…ilmu yang benar dan banyak cara untuk mendapatkanya asal kita mau berusaha dan giat untuk mencarinya.

Dan masih banyak lagi tantangan hidup di dunia ini.

Yang penting untuk kita adalah bagaimana caranya menggunakan waktu hidup kita untuk suatu hal yang berguna dan tidak menyia- nyiakannya, karena apabila kita sudah mengambil suatu keputusan untuk hidup kita maka kitapun harus siap untuk menerima resiko yang akan kita hadapi.

Untuk apa kita hidup?, bagaimana kita untuk bisa menjalankan hidup?, baik-buruk perjalanan hidup?. Yaaa…. kita yang bisa menetukannya. Tergantung kitanya sendiri mau digunakan apa hidup kita.


Dan jangan sampai lupa Al-qur`an dan hadits tetap menjadi dasar kehidupan kita.
Read More »

Selasa, 29 September 2009

Sekian Lamaaa.....

Cukup lama aku tak buka blog ku. Kesibukan meninggalkanku pada internet, dan sekarang aku berkunjung lagi ke blog ku. Ada beberapa penyebab. Pertama, ada masalah keluarga yang beraaat banget. Etssss…. Tapi ga boleh di ceritain. Kedua, aku harus ngurusin sekolahku dulu hingga kelar. Ketiga, aku harus ngejar ketinggalan pelajaranku. Kenapa? Ntar aja aku ceritainnya sekalian mau bagi-bagi cerita. Dan akhirnya allhamdulillah aku bisa buka blog lagi yang sudah lama tak kukunjungi n g` nambah postingan.
Read More »

Rabu, 10 Juni 2009

AKHIRNYA UAN KU SELESAI

Kali ini tidak biasanya bagiku, karena hari ini adalah hari pertamaku untuk menghadapi UAN, hari senin 27 April 2009. Aku berngkat sari rumah pada pukul 06.35 dan tidak biasanya juga aku diantar dengan menggunakan sepeda motor oleh kakakku untuk pergi ke sekolah. Mengapa? Karena tempat UAN ku tidak di sekolahku sendiri. Yang biasanya aku berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki atau kadang-kadang juga naik sepeda, melainkan kali ini UAN ku bertempat di SMP DR. Soetomo. Meski di awal tahun 2009 ini sekolahku sudah terakreditasi “A” tapi tempat UAN nya masih nunut, disebabkan adanya kesemrawutan administrasi, jadinya sekolahku belum bisa menggelar UAN di sekolahku sendiri.Dan Insyaallah di tahun yang akan datang sekolahku akan menyenggarakan UAN di tempat sendiri.

Meskipun aku tidak bisa UAN di tempat ku sendiri, aku tetap bersemangat dalam menjalani UAN tersebut, dimanapun tempat ujian Insyaallah tidak akan merubah semangatku.

Sekarang aku akan berbagi sedikit pengalaman pada saat UAN. Hari Senin 27 April 2009, hari pertama UAN bahasa Indonesia. Dalam perjalanan menuju tempat UAN, aku mengalami sedikit kejadian yang sempat membuat aku kaget, tegang dan khawatir. Yang pertama, saat aku dalam perjalanan menuju tempat UAN,aku dan kakakku sempat kesasar di SMP 17 Agustus dekat dengan UNTAQ. Setelah puter balik dan melanjutkan perjalanan tiba-tiba ditengah jalan rantai sepeda motorku lepas. Sedangkan waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 07.09. pada saat itu juga kakakku bergegas untuk membenahi rantai tersebut. Saat itu yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dan berdoa kepada ALLAH agar aku datang di tempat tujuan dengan selamat dan tepat waktu.

Alhamdulillah ALLAH mengabulkan doaku. Setelah kakakku membenahi rantainya, aku bergegas melanjutkan perjalananku. Akhirnya aku sampai ditempat tujuan dengan selamat dan tepat pada waktunya. Serta aku bersyukur kepada ALLAH, hari pertama UAN ALLAH memberi aku kemudahan dalam pengerjaannya.

Hari kedua, Selasa 28 April 2009 adalah hari keduaku UAN bahasa Inggris. Di hari kedua ini juga,ALLAH menguji aku. Dalam perjalanan menuju tempat ujian, aku mengalami suatu kejadian. Pada saat perjalanan tiba-tiba sepeda motorku mogok ditengah jalan, tapi Alhamdulillah ALLAH memberi jalan dan memudahkan aku. Ternyata tak beberapa jauh dari tempat aku mogok terdapat sebuah pembensin, dan akhirnya aku datang di tempat ujian ku dengan tepat waktu. Serta pada saat ujian serasa ALLAH mempermudah pengerjaan ujianku.

Rabu 29 April 2009 adalah hari ketigaku untuk ujian Matematika dan Kamis 30 April adalah hari terakhirku untuk menghadapi ujian IPA. Pada hari itu aku bersyukur banget karena UAN ku telah selesai dan berdoa semoga ALLAH memberi kelulusan kepada ku dengan nilai yang terbaik bagi aku maupu orang-orang di sekelilingku yang selalu mendoakan aku.

Setelah hari itu aku merenungkan apa aja yang terjadi kepada ku tentang apa yang terjadi sewaktu aku dalam proses menjalani UAN. Dan aku mengambil hikmah tentang apa yang aku alami sewaktu dalam proses UAN. Mungkin ini adalah awal dari kebahagiaan yang ALLAH berikan kepadaku, bersamaan dengan kesulitan itu pasti ada kebahagian yang tersembunyi bagi kita, jika kita bisa membacanya dan apabila sesuatu cobaan yang diberikan oleh ALLAH kita hadapi dengan ikhlas dan selalu bertawakkal Insyaallah ALLAh akan selalu menuntun kita dan mempermudah setiap langkah kita.
Read More »

Persiapan menuju UAN

Beberapa bulan sebelum UAN. Sekolahku mengadakan beberapa persiapan, diantaranya BIMBEL (bimbingan belajar) yang diadakan beberapa bulan sebelum UAN di mulai. BIMBEL ini dilakukan setelah jam pulang sekolah yaitu mulai pukul 16.00 hingga 17.00. Mata pelajaran yang di pelajari diantaranya matematika, IPA, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. BIMBEL ini dilakukan setiap hari senin hingga hari Jumat.

Pada waktu BIMBEL Alhamdulillah ada juga orang tua yang berpartisipasi memberi konsumsi berupa makanan kepada aku dan teman-temanku untuk menambah semangat belajar kita,dan karena BIMBEL ini dilakukan setelah pulang sekolah yang seharusnya kita semua sudah berada di rumah untuk beristirahat dan supaya kita juga tidak begitu jenuh dan lelah.

Kurang lebih satu bulan menjelang UAN. Aku juga menjalani super intensive setiap hari, dan selain itu di sekolahku juga mengadakan try in yang mata pelajarannya tidak diberi tahu sebelumnya. Jadi kita harus sudah siap dari rumah, entah itu try in matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris atau pun IPA. Yang penting kita siap tidak siap harus sudah siap untuk menghadapi try in yang akan kita hadapi, karena kita sudah belajar setiap hari dirumah maupun di sekolah.
Read More »

Senin, 16 Maret 2009

Penghibur Hati

Kadang-kadang aku bingung sendiri dengan diriku. Di rumah aku sedih, di luar aku sedih. Tapi, aku selalu semangat untuk menutupi kesedihanku. Aku juga merasa senang, pada saat temanku selalu memberiku semangat. Karna semangat itulah aku dapat tersenyum kembali. Bersyukur kepada Allah karena Allah masih memberiku kesedihan, kesenangan dan berbagai cobaan-cobaan yang harus aku hadapi sebagai pertanda bahwa Allah sayang padaku.

Dikala aku sedih dan banyak masalah, aku juga selalu mengingat pesan dari seorang temanku yang tidak akan aku lupakan. Sebelum ia pergi ia berkata kepadaku “ teruslah bersemangat, rasakan nikmat yang Allah berikan kepadamu dan jangan rasakan beban yang Allah berikan kepadamu, tapi hadapilah beban itu untuk mendapatkan keridhoan dari Allah yang Maha Penyayang”.

Semoga aja, teman-teman yang sedang bersedih dan membaca pesan ini akan menjadi semangat lagi serta bersyukur kepada Allah. Aku juga mengucapkan terimah kasih kepada seorang temanku yang memberikan pesan ini kepadaku dimana pun kamu berada.

zwani.com myspace graphic comments

Read More »

Sabtu, 14 Maret 2009

Apa itu Cahaya???

Cahaya adalah nama yang diberikan manusia pada radiasi yang dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya merupakan gelombang eloktromagnetik, yaitu gelombang yang getarannya adalah medan listrik dan medan magnet. Cahaya merambat lurus dan tidak terbelokkan. Menurut jenisnya, cahaya dibedakan menjadi cahaya yang tampak dan cahaya yang tidak tampak. Cahaya tampak dibagi menjadi 2 yaitu monokromatik dan polikromatik mokromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari satu warna, contohnya merah. Sedangkan polikromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari beberapa warna, contohnya ungu, merupakan kombinasi antara merah dan biru.

Cepat rambat cahaya di ruang hampa adalah 3x108 m/s. Benda yang tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri disebut benda gelap. Sedangkan benda yang dapat memancarkan cahayanya sendiri disebut sumber cahaya. Sumber utama cahaya adalah matahari. Matahari merupakan cahaya cahaya bagi kehidupan manusia di bumi. Perkiraan jarak antara bumi dan matahari adalah 149.600.000 km dari bumi. Matahari juga disebut bintang, karena sumber cahaya (sumber energi) itu terkandung di dalam matahari itu sendiri.

spektrum cahaya pada prisma segitiga
spektrum cahaya pada prisma segitiga
Matahari terdiri dari beberapa warna seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila(indigo) dan ungu. Apabila warna-warna tersebut bercampur, maka akan menghasilkan cahaya putih matahari. Warna-warna dalam cahaya putih matahari dapat di pecah dengan menggunakan prisma menjadi jalur warna. Jalur warna ini dikenal sebagai spektrum. Spektrum warna terbentuk karena cahaya yang berwarna lain terbias pada sudut yang berlainan. Cahaya ungu terbias dengan sudut paling besar. Cahaya merah terbias dengan sudut paling kecil.

Sifat-sifat pada cahaya yaitu cahaya dapat merambat lurus, cahaya dapat dipantulkan, serta cahaya dapat dibiaskan. Cahaya dapat merambat lurus apabila pancaran cahaya tidak terhalang oleh suatu benda, contohnya pada lampu senter. Cahaya dapat dipantulkan ada dua jenis, yaitu pemantulan biasa dan pemantulan baur. Cahaya dapat dibiaskan adalah peristiwa pembelokan cahaya yang merambat dari satu medium ke medium lainnya yang berbeda kerapatannya.

Pada cahaya yang berfrekuensi dibawah 400 dan diatas 700 tidak dapat dilihat manusia. Cahaya disebut sinar ultraviolet pada batas frekuensi tinggi dan inframerah pada batas frekuensi rendah. Pada sinar inframerah kulit manusia dapat merasakannya dalam bentuk panas, sedangkan radiasi ultraviolet tidak dapat dirasakan sama sekali oleh manusia kecuali dalam jangka paparan yang lama dan dapat menyebabkan kulit terbakar dan kanker kulit.
Read More »

Senin, 02 Maret 2009

Dampak negatif dan positif internet

Dampak Positif:

Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain

Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan

Dampak Negatif

1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

2. Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

3. Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

4. Carding

Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

5. Perjudian

Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).

Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.

Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).

Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

(sumber: http://helmyyoga.blog.com)
Read More »

Sabtu, 28 Februari 2009

Bagaimana seorang sahabat itu???


zwani.com myspace graphic comments

Sahabat yang bener-bener sahabat adalah sahabat yang selalu ngertiin kita setiap waktu. Selalu ada saat kita sedih dan gembira. Selalu mengajak kita untuk melakukan hal-hal yang baik dan mencegah kita untuk melakukan hal-hal yang jelek. Ga` pernah bosen untuk nasehatin kita dan ga` pernah berhianat ama kita. Sahabat adalah seorang yang sayang ama kita. Seorang sahabat yang baik, lebih baik dari pada seorang pacar. 

Seorang sahabat adalah orang yang dapat dipercaya dan saling mempercayai. Persahabatan tidak akan pernah putus sampai kapan pun, walaupun seorang sahabat itu berada sangat jauh dari kita tapi ia dekat dengan hati kita.
Sekolahku adalah sekolah yang baik dan lingkungan yang baik, tapi aku belum juga menemukan seorang sahabat yang bener-bener sahabat buat aku. Mencari seorang sahabat yang bener-bener baik itu memang sulit tapi mencari seorang teman dan pacar itu mudah. 

Seorang sahabat selalu menuntun kita untuk mendapatkan surga dari Allah dan menjauhkan kita kepada api neraka-Nya.
Maka dari itu kita harus selalu berdoa kepada Allah dan berusaha supaya kita diberi kemudahan untuk mendapatkan seorang sahabat yang bener-bener baik dan mengubah akhlak kita menjadi yang lebih baik supaya kita dijadikan sebagai seorang sahabat yang baik bagi orang lain.
Read More »