Selamat Datang | Muyasaroh Notes | Bersama Saling Berbagi dan Menjadi Pembelajar yang Hebat Muyasaroh Note: perjalanan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2018

Delegasi Relawan dari Forum Lingkar Pena (FLP)

#Part1 Relawan Pembelajar

Ada sebuah nasihat yang bisa menjadikan kita terus bersemangat untuk merayu cinta-Nya. Karena penulis seorang muslimah, maka nasihat yang ampuh dalam mengarungi kehidupan adalah berpedoman pada Kitab Alquran dan As-sunnah Nabi. Bukan maksud menggurui, tapi kita sama-sama belajar di sini. Tentang lima hal yang akan dipertanggung jawabkan dalam hidup ini. Tentang umur untuk apa digunakan, kemudian tentang masa muda yang habis untuk apa, lalu dari mana harta yang diperoleh dan kemana dibelanjakannya, terakhir tentang amalan pada ilmu yang diketahui.

Salam pembuka dari penulis yang terus berusaha menjadi pembelajar yang baik kemana pun penulis berguru dalam bangku kehidupan ini. Ada sebuah perjalanan yang telah dilakukan oleh penulis dari kota metropolitan pertama, kembali ke kota Pahlawan, kemudian berlanjut ke suatu kota yang dikenal dengan motonya sebagai kota Sanggam dibelahan pulau Kalimantan, hingga berakhir di salah satu pulau yang sedang hangat diperbincangkan untuk bangkit kembali dari bencana alam yang menguji seisinya, Lombok, NTB.

Rentetan petualangan hidup yang dilakukan oleh penulis. Satu yang paling berkesan. Perjalanan ini memang diluar profesi yang setiap hari digeluti. Waktu libur yang lama dari tempat kerja memberikan peluang penulis untuk mencurahkan panggilan hati yang tertahan berbulan-bulan lamanya. Sebab waktu dan kesempatan yang belum bersahabat. Keputusan pergi untuk menjadi salah satu relawan bencana gempa bumi di Lombok, memberikan pembelajaran dan hikmah tersendiri bagi penulis.

Dari pemberangkatan yang sedikit berdrama. Kepulangan dari kota Berau (yang dikenal juga dengan kota Sanggam, Kalimantan Timur) menuju Surabaya. Serasa hanya singgah sebentar untuk berganti koper menjadi carier, tidur dan say something kepada keluarga kemudian berangkat lagi. Padahal, bisa dikatakan naluri rindu seorang perempuan kepada Ibu, Bapak, Nenek, Adik dan Kakak masih membuncah di ubun-ubun setelah kepergian yang lama meninggalkan Jawa. Tapi, hati ini memanggil untuk pergi dan restu keluarga pun telah disetujui. Pun dengan senang hati mereka melepas kepergian. Bisa dikatakan ini adalah bonus perizinan setelah diforsir proyek Berau, kemudian melakukan liburan aksi  sosial berpahala.

LAZNAS BSM, Bank Syariah Mandiri, BSM, FLP, Forum Lingkar Pena, FLP SBY, Bencana Lombok, Gempa Bumi Lombok, relawan, delegasi, belajar, pembelajar, penulis, kepenulisan, muyasaroh, ITS, NTB, Lombok, Trauma Healing, Stress
Delegasi Relawan FLP dan LAZNAS BSM
(Doc.Pribadi)
Kegiatan bersosial memang selalu menjadi obat kala suntuk. Apalagi menemukan teman baru dari berbagai kalangan, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang sekaligus belajar bersama akan menghempas yang namanya lelah serta suntuk. Nah, bagi pembaca yang sudah mulai merasakan tulisan ini bertele-tele, belum masuk pada intinya. Sabaaarrr. Karena sesungguhnya, penulis sedang menata kata yang akan dikeluarkan dalam tulisan ini untuk memulainya.

Penulis Aktif di salah satu organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia yang cabangnya tidak hanya di dalam negeri, tapi sudah meraja rela keluar negeri. Dikenalnya dengan nama Forum Lingkar Pena (FLP). Seperti diketahui bersama, bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, NTB berturut-turut mulai dari gempa bermagnito 6,4 Skala Richter pada kamis (29/7). Hingga bermagnito sebesar 7 skala richter pada minggu (05/8) malam berpusat di lombok bagian timur sekitar pukul 18.45 WIB, ditambah dengan deteksi BMKG yang berpotensi tsunami. Kemudian disusul dengan gempa yang bermagnito 5,6 Skala Richter dengan pusat gempa di area Lombok bagian utara pada pukul 19.49 WIB. Dan gempa selanjutnya bermagnito 5 Skala Richter dibagian Barat laut Lombok Utara pada pukul 20.07 WIB. Membuat semua warganya panik ketakutan dan berhamburan berlarian mencari perlindungan. Bencana alam yang terjadi di Indonesia kali ini membuat seluruh warga Indonesia bersatu memberikan berbagai macam dukungan untuk membangkitkan dan membangun semangat kembali pada salah satu belahan tanah air yang sedang diuji. Termasuk dengan dukungan FLP yang berkolaborasi dengan salah satu Lembaga Zakat Nasional Bank Syariah Mandiri (LAZNAS BSM) turut andil melakukan berbagai bentuk kepeduliannya untuk bencana gempa bumi ini. Salah satunya adalah bentuk Trauma Healing bagi warga dan khususnya bagi anak-anak Lombok.

Lagi, sebelum penulis memulai cerita dari petualangan hidup kali ini. Penulis akan menjelaskan sekaligus memperbaiki persepsi yang sering disalah kaprahkan banyak orang, tentang Trauma Healing. Bagi pembaca yang merasa tidak perlu tahu alias mungkin sudah tahu, penulis rela dicukupkan untuk membaca kunjungan postingan kali ini. Sebab penulis pun mendapatkan ilmu baru ini selama menjadi relawan di Lombok.

Oke, kepergian penulis untuk terjun menjadi relawan bencana kali ini adalah berfokus pada program Trauma Healing yang dilakukan oleh FLP dan LAZNAS BSM. Dari pihak FLP mempercayakan pendelegasian untuk program ini kepada beberapa orang yang memiliki beberapa kriteria yang diberikan. Bersyukur salah satu orang yang berkesempatan mendapatkan panggilan tersebut adalah penulis. Pencarian ilmu dan wawasan tentang trauma healing yang sebelumnya penulis maksud ternyata ada kesalahan di sini. Apa itu? Mari kita belajar bersama dan saling mengoreksi.

Sebenarnya, Trauma Healing yang dimaksud dalam kondisi seseorang pasca mengalami bencana dilakukan oleh orang-orang yang ahli dibidangnya seperti psikiater ataupun sikolog. Dengan cara dan metode yang mendalam. Idendifikasi dan pemeriksaan secara khusus. Seseorang dikatakan trauma dan memerlukan healing akan diketahui pasca kejadian bencana yang dialami telah berlalu lama. Ia akan mengalami berbagai hal yang membuat seseorang mengalami trauma bereaksi secara berlebihan. Bahkan bisa mengganggu aktifitasnya. Seperti sering bermimpi gempa, sedikit ada sesuatu yang bergoyang ia akan bereaksi berlebihan, ada suatu kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan. Dan ini jika tidak ditangani oleh psikiater atau sikolog ataupun terapis yang ahli dibidangnya, akan menjadi kesalahan yang fatal pada proses penyembuhannya.

Sedangkan yang dimaksud dengan kegiatan yang disebut dengan Trauma Healing pada proses pemulihan pasca gempa yang dilakukan oleh penulis bukanlah yang telah penulis uraikan diparagraf sebelumnya. Melainkan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembalikan keberanian, kecerian, ketenangan, dan semangat melalui berbagai macam kegiatan yang telah dirancang, diusulkan, dimodifikasi dan diidekan dari arahan sebelumnya kemudian diaplikasikan kepada warga dan anak-anak terdampak bencana. Kegiatan ini seharusnya bukanlah bentuk Trauma Healing, akan tetapi salah satu kegiatan Stress Healing. Namun sayang, sebutan Trauma Healing lebih dikenal, melekat dan booming terlebih dahulu dari pada Stress Healing.

Kondisi ketakutan dan masih adanya khawatir pasca gempa atau mengalami suatu kejadian merupakan hal wajar yang dialami. Dan untuk memulihkannya kembali dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan Stress Healing yang menyenangkan dan bersemangat. Akan tetapi jika hal ini berlanjut sampai lamanya tak hingga pasca kejadian, maka dari itu diperlukan penanganan khusus berupa Trauma Healing tersebut.  Jadi, bagaimana pendapat pembaca dengan penggunaan istilah Trauma Healing atau Stress Healing ini? Lebih tepat dan benar mana penggunaannya? Yuk, kita belajar bareng, sembari penulis akan berlanjut pada penyajian petualangan selanjutnya. Sabar ya.. Selamat membaca. ^ ^




Read More »

Sabtu, 27 Mei 2017

Palu dengan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu

Provinsi yang satu ini memang panas. Letaknya yang termasuk nol derajat dari garis khaltulistiwa membuatnya menyengat. Nah, kali ini saya ingin menuliskan satu tempat yang sempat saya singgahi ditengah-tengah riuhnya aktifitas di kota Palu, Sulawesi Tengah.

Terik matahari di kota ini memang tinggi, ditambah pula kondisi tanah yang lebih banyak berpasir dan liat. Sejenis tanah alluvial yang memiliki unsur zat hara yang sedikit menambah hawa sumer kata orang jawa. Walau demikian, tempat ini indah. Seperti taman edukasi Nosarara Nosabatutu yang saya kunjungi. Tempatnya agak sedikit naik ke perbukitan. Sejauh mata memandang dari atas perbukitannya, kota palu terlihat dengan jelas bersama pegunungan dan lautnya yang sungguh memanjakan mata. Indonesia memang luar biasa kerennya.

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)
Tiba-tiba saya kepo tentang satu taman edukasi ini sebab bentuknya yang unik. Saya coba menyusurinya. Saya berdiri tepat di depan bangunannya. Saya amati diam-diam mulai dari bawah hingga ujung. Dan sungguh, lagi-lagi saya dibuat takjub. Taman ini memang masih terhitung baru, umurnya masih muda. Diresmikannya baru bulan Mei 2014 lalu oleh Brigadir Dewa Persada. Letaknya ada di kelurahan Tondo, Mantikulero, kota palu. Bentuknya yang berundak dan diatasnya ada sebuah patung obor. Menambah gagahnya bangunan. Katanya, tempat ini menjadi simbol semangat persatuan dan persaudaraan dari seluruh anak bangsa. Sengaja bentuk bangunan ini sedemikian rupa dibuat pasti ada artinya. Ada tiga tingkat undakannya, yang memiliki makna keseimbangan dalam hidup. Yang menggambarkan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan penciptanya dan manusia dengan lingkungannya.

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Di depan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)
Berlanjut pada atapnya. Ada yang unik, di sini ada berbagai lambang tempat ibadah semua agama di tanah air. Yang maknanya juga akan bersambung pada sikap saling menghormati dan menghargai segala bentuk keyakinan dalam beragama. Di luar bagunan ini ada satu tempat yang tak kalah bagusnya untuk dituliskan. Apa itu?? Tunggu sejenak coretan saya selanjutnya. Selamat berkarya sang pejalan. ^ ^

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Di atas bukit Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)

Read More »

Kamis, 25 Mei 2017

Masjid di atas (Laut) Kota Palu

Tak pernah berhenti untuk menyebutkan kalimat-kalimat keagungan Sang Illah. Saat berdiri dalam sebuah ketakjuban yang luar biasa. Sontak saya berpikir, "ini bukan sebuah perjalanan bertugas yang biasa-biasa saja, so amazing,”. Tak sabar saya menuliskan perjalanan ini dalam note yang ada pada mesin genggam buatan manusia. Bukan tentang tugas apa yang sedang saya lakoni. Tapi sebuah perasaan kagum. Kagum dengan segala yang terjadi sejauh mata memandang.

Salah satu ibu kota di Sulawesi, tepatnya di kota Palu. Ada sebuah tempat, dimana tempat tersebut indah dengan hiasan kelap kelip lampunya, jalanannnya seperti lorong tanpa atap yang memesona. Berjalan diatasnya dengan pemandangan kanan dan kiri laut yang berirama nyanyian duyung. Sungguh memesona untuk memanjakan indra penglihatan.

Home, Indonesia, Inspiratif Story, masjid terapung, jembatan kuning, kota, icon, lamang, nusantara, islam, damai, keagungan, May Khakasa, Palu, pengalaman, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi, sulawesi tengah, traveling, travelling, Masjid, Palu, mercusuar, gubernur, argam bab al rahman, laut, indonesia, pesona
Masjid Terapung Palu (Dok. Pribadi)
Dikenalnya dengan sebutan masjid terapung kota palu, masjid Argam Bab Al Rahman yang diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah pada tanggal 12 Januari 2012. Masjid ini berada ditengah-tengah kota. Dekat sekali dengan salah satu jembatan yang menjadi icon kota ini. Nanti saya bahas tentang jembatan itu di lain tulisan saja. Saat ini, hati saya menggebu untuk menggoreskan satu tempat yang membuat saya sedari tadi terkagum. Masjid terapung.

Bukan persoalan tentang indahnya masjid yang kerap malam kubahnya memancarkan tujuh warna dengan alat khusus didatangkan langsung dari Cina. Bukan karena suasana yang dibawa angin bersama deburan ombak laut yang belum terlalu kuat. Pun bukan karena letaknya yang berada di tengah laut yang diberdirikan dengan pilar-pilar beton berkedalam puluhan meter. Namun, sebuah perasaan yang luar biasa dirasakan. Saya bersujud kepada Rabb Yang Maha Agung di atas keagungan tempat ini. Sungguh tak ada kata atau kalimat yang indah lagi untuk tertuliskan selain kalimat-kalimat keindahan-Nya. Allahu Akbar, MasyaAllah.

Home, Indonesia, Inspiratif Story, masjid terapung, jembatan kuning, kota, icon, lamang, nusantara, islam, damai, keagungan, May Khakasa, Palu, pengalaman, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi, sulawesi tengah, traveling, travelling, Masjid, Palu, mercusuar, gubernur, argam bab al rahman, laut, indonesia, pesona
Teras Masjid Terapung Palu (Dok. Pribadi)

Read More »

Kamis, 20 April 2017

Jalan Baru Penikmat Wedang

Ada satu cerita lagi yang ingin saya tulis. Sayang jika ini dilewatkan. Pada postingan saya lalu (baca: Kuliner mantap di (Pulau) Kota Kecil), sedikit saya ceritakan tentang satu kuliner yang tidak kalah mantap. Jenis kuliner yang berasal dari satu kota kecil di pulau yang dikenal dengan bentuknya menyerupai huruf “K”. Dimana saat ini saya berdiri pada satu sudut provinsinya, tepatnya di Provinsi Sulawesi Tengah, kota Toli-toli.

Udara di kota tersebut saya akui, memang sangat panas. Dibanding dengan kota Surabaya, kota ini tak kalah panasnya. Bedanya kota metropolitan kedua tersebut berudara panas, sebab terik matahari di atas ubun-ubun kepala ditambah dengan udara kotor dari padatnya kendaraan dan gedung-gedung yang menjulang  tinggi berbahan kaca, sedang kota kecil ini bukan karena hal itu. Selain karena mataharinya, udara panas dari laut yang terasa menggigit kulit.

Sejauh mata memandang, memang kota ini penuh pesona. Pegunungan tertata dengan indah dan hamparan laut terbentang dengan luasnya. Sungguh, jika pembaca berkunjung ke tempat ini akan banyak senyuman dan ketakjuban. Kali ini saya bukannya akan membahas tentang indahnya kota ini, nanti saja di lain cerita. Ini sekadar pembukaan.

Rabu (1/3) setelah aktifitas sehari yang melelahkan, kali ini ada seorang rekan yang mengajak untuk sejenak beristirahat menikmati udara segar sembari berjalan menuju persinggahan. Kami melewati sebuah tempat yang bisa dikata sederhana tapi indah. Tepatnya jalan Baru di sudut kota ini, terdapat tempat ngopi, ngopinya anak muda. Tempat ini buka mulai sore hingga malam hari. Walau tempatnya hanya sederhana dari dipan, tak pernah sepi dari pengunjung. Sebab yang disugguhkan adalah ciri khas dari kota ini.

wedang, kuliner, jahe, anget, susu, tradisional, nusantara, minuman jahe, minuman susu, toli-toli, sulawesi, sulawesi tengah, terpencil, kuliner, jalan-jalan, wisata, pantai, dermaga, laut, bukit, sareba, khas, dabu-dabu, rica, pedas, enak, nikmat, susu, ngopi, kopi, santai, sore, senja, baru,khas, pulau, traveling, pengalaman
Sareba (doc. Pribadi)
Terkenal dengan namanya “Sareba” minuman khas kota ini. Sejenis wedang jahe yang diseduh dengan susu. Jahenya sangat terasa di lidah, berbeda dengan minuman jahe yang pernah saya rasakan di Jawa, ada ciri khasnya sendiri. Ketika meminumnya, rasa susu yang bercampur dengan wedang jahe masih tertingggal nikmatnya di bibir. Sareba di kota ini selalu dihidangkan dengan pisang goreng dan tak lupa dengan rica-rica. Semua makanan yang disajikan di kota ini selalu disandingkan dengan rica-rica. Entah, makanannya manis ataupun asin selalu bersama rica-rica ataupun dabu-dabu.

wedang, kuliner, jahe, anget, susu, tradisional, nusantara, minuman jahe, minuman susu, toli-toli, sulawesi, sulawesi tengah, terpencil, kuliner, jalan-jalan, wisata, pantai, dermaga, laut, bukit, sareba, khas, dabu-dabu, rica, pedas, enak, nikmat, susu, ngopi, kopi, santai, sore, senja, baru,khas, pulau, traveling, pengalaman
Pesona Sareba (Dok. Pribadi)
Selain minumannya yang nikmat, tempatnya pun sangat memesona. Meminum sareba bersama pisang goreng lengkap dengan rica-rica, ditambah dengan ruangan terbuka berhadapan dengan lautan dan gunung, sungguh sangat memanjakan mata dan rasa. Tempat ini memang akan dirindu bagi tiap orang yang mengunjunginya. Sungguh ciamikkk.

Read More »

Minggu, 05 Maret 2017

Kuliner Mantap di (Pulau) Kota Kecil

Melakukan perjalanan di suatu kota ataupun menetap untuk melakukan kepentingan tertentu, tidak afdhol jika belum mengetahui ciri khas kota tersebut. Nah, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang makanan khas dari kota Toli-toli yang terletak di Sulawesi Tengah. Kota Toli-toli ini merupakan kota kecil yang sudah maju dari beberapa pulau kecil di Sulawesi Tengah. Sistem transportasi yang tertata bagus, mulai dari alat transportasi darat, laut, maupun udara. Bangunan sekolah yang sudah berjajar rapi mulai dari playgroup hingga perguruan tinggi. Dan beberapa aspek kehidupan lainnya.

Sebenarnya, bukan pertama kali saya datang ke kota ini, entah untuk kesekian kalinya, tak terhitung. Tapi tetap rindu dengan tempat-tempat yang ada di kota tersebut. Mungkin karena kota ini adalah tanah kelahiran saya dan sebab itu pula jika adanya suatu kepentingan yang harus dilakukan di kota tersebut, saya akan mengiyakan.  Sejauh mata memandang, kota ini dikelilingi oleh pegunungan dan laut yang apik nan indah. Berbeda dengan kota-kota di Jawa Timur yang pernah saya singgahi.

Ada salah satu jenis makanan yang wajib dicoba dari kota ini. Orang-orang menyebutnya “ambal”. Hati-hati kalau mendengar jenis makanan ini, sebab jika orang Jawa ke kota tersebut sering salah dengar dengan kata “hambal”. Penambahan huruf “h” salah besar dalam pemahamnnya, sebab keduanya berbeda jauh. Hambal dalam bahasa jawa merupakan sejenis tikar atau karpet, tapi ambal adalah sejenis makanan khas dari kota tersebut. Jika boleh dikatakan, di kota-kota besar terdapat jenis makanan yang dikenal pizza. Nah, ambal ini bisa juga disebut mini pizza khas kota Toli-toli yang rasanya akan mengalahkan rasa pizza.

kota, kuliner, traveling, jalan-jalan, wisata, tradisioanal, nusantara, makanan, makan, minum, minuman,ambal, hambal, sulawesi, sulawesi tengah, tungku, api, bara, panas, dabu-dabu, karpet, sambal, minyak, main, pizza, enak nikmat, toli-toli, daerah terpencil, subur, wajan, memasak, belajar, lalapan, pedas, jawa, siti muyasaroh
Kuliner Ambal (Doc. pribadi)
Ambal terbuat dari sagu yang didalamnya terdapat ikan-ikan kecil yang disebut cakalang. Cara membuatnya pun unik, dimasak diatas tungku api dengan penggorengan menggunakan wajan kecil  yang terbuat dari tanah liat. Karena dimasak tanpa menggunakan minyak jadi aman untuk orang yang memiliki kolesterol tinggi. Jika sudah matang, ambal akan disajikan dengan jenis lalapan yang disebut daun kemangi. Tidak ketinggalan dabu-dabu, sejenis sambal yang pedihnya bukan main. Jika orang yang suka pedas, mantap untuk mencoba jenis makanan ini. Jadi, selamat berkulineria sang Pejalan...
Read More »

Rabu, 10 Juni 2009

Persiapan menuju UAN

Beberapa bulan sebelum UAN. Sekolahku mengadakan beberapa persiapan, diantaranya BIMBEL (bimbingan belajar) yang diadakan beberapa bulan sebelum UAN di mulai. BIMBEL ini dilakukan setelah jam pulang sekolah yaitu mulai pukul 16.00 hingga 17.00. Mata pelajaran yang di pelajari diantaranya matematika, IPA, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. BIMBEL ini dilakukan setiap hari senin hingga hari Jumat.

Pada waktu BIMBEL Alhamdulillah ada juga orang tua yang berpartisipasi memberi konsumsi berupa makanan kepada aku dan teman-temanku untuk menambah semangat belajar kita,dan karena BIMBEL ini dilakukan setelah pulang sekolah yang seharusnya kita semua sudah berada di rumah untuk beristirahat dan supaya kita juga tidak begitu jenuh dan lelah.

Kurang lebih satu bulan menjelang UAN. Aku juga menjalani super intensive setiap hari, dan selain itu di sekolahku juga mengadakan try in yang mata pelajarannya tidak diberi tahu sebelumnya. Jadi kita harus sudah siap dari rumah, entah itu try in matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris atau pun IPA. Yang penting kita siap tidak siap harus sudah siap untuk menghadapi try in yang akan kita hadapi, karena kita sudah belajar setiap hari dirumah maupun di sekolah.
Read More »