Selamat Datang | Muyasaroh Notes | Bersama Saling Berbagi dan Menjadi Pembelajar yang Hebat Muyasaroh Note

Sabtu, 28 Oktober 2017

Wisata Bapetra

wisata, bapetra, pasuruan, pandaan, traveling, traveller, jatim, jawa timur, rintara jaya, rintara jatim, enj, ekspedisi jawa timur, ekspedsi nusantara jaya, kemenko maritim, tradisional, permainan, belek, egrang, camp, kemah, santri
Rintara Jaya Jatim (Dok. Pribadi)

Banyak permainan namun ini bukan permainan biasa. Banyak hiburan tapi sayang, sedikit yang memberikan edukasi.

Menjadi petualang, akan selalu haus ingin tahu dengan segala tempat yang menjadi pijakan. Seketika akan menjadi detektif dan pengamat yang baik dengan tampilan seadanya. Tapi begitu usai dengan misi pijakannya, akan banyak pelajaran baru yang didapat dan pastinya akan ada kewajiban untuk berbagi olehnya. Sayang jika harus menguap dan sedikit orang yang tahu.

Pasuruan yang dikenal juga dengan sebutannya sebagai kota santri menyimpan banyak keunikan yang harus dieksplor di dalamnya. Wisata bapetra, orang mengenalnya demikian. Tempat wisata yang banyak menyimpan segudang pengetahuan dengan suguhan berbagai permainan tradisional Indonesia. Letaknya yang strategis tak jauh dari terminal pandaan dan masjid Cheng Ho, sayang jika harus dilewatkan. Tepat di desa Sumber Rejo, Pandaan, Pasuruan.

Wisata Bapetra memang bisa dikatakan masih sangat baru. Juni, 14 tahun 2017 tempat ini resmi dibuka. Sebuah kreatifitas luar biasa ditangan pemuda cantik  dan juga merupakan salah satu dari tim Rintara Jaya yang biasa di sapa mbak anik. Membuktikan rasa cintanya terhadap tanah air ini. Saat ditemui bersama tim Rintara Jaya lainnya yang mengadakan camp sekaligus temu kangen dalam rangka silaturrahmi menjelaskan bahwa tempat ini merupakan ide yang sejak lama digagasnya saat masih berkuliah di salah satu universitas negeri di kota Apel. Bermula dari sebuah karya tulis yang miris dengan keadaan anak-anak Indonesia yang mulai melupakan permainan tradisional. Saat inilah impian yang hanya sebuah gagasan tersebut terwujud.

wisata, bapetra, pasuruan, pandaan, traveling, traveller, jatim, jawa timur, rintara jaya, rintara jatim, enj, ekspedisi jawa timur, ekspedsi nusantara jaya, kemenko maritim, tradisional, permainan, belek, egrang, camp, kemah, santri
Permainan Egrang (Dok. Pribadi)

Di tempat ini, akan ditemui berbagai jenis permainan trasional dari berbagai daerah yang jarang kita lihat. Segala jenis permainan yang ada diberikan sambil mengedukasi. Seperti, permainan bekel, lompat tali, Sumpitan, holahop, egrang dan banyak permainan lainnya. Tidak hanya permainan, ditempat ini pun ada kegiatan untuk segala jenis olahraga tradisional dan parenting.  Semakin unik dan penasaran dengan tempat inikan? Mari turut merasakan sensasi di tempat yang ciamik ini. 

wisata, bapetra, pasuruan, pandaan, traveling, traveller, jatim, jawa timur, rintara jaya, rintara jatim, enj, ekspedisi jawa timur, ekspedsi nusantara jaya, kemenko maritim, tradisional, permainan, belek, egrang, camp, kemah, santri
Permainan Bekel (Dok. Pribadi)

wisata, bapetra, pasuruan, pandaan, traveling, traveller, jatim, jawa timur, rintara jaya, rintara jatim, enj, ekspedisi jawa timur, ekspedsi nusantara jaya, kemenko maritim, tradisional, permainan, belek, egrang, camp, kemah, santri
Rintara Jaya Jatim Camp

Read More »

Selasa, 24 Oktober 2017

Taman Kelinci Mengedukasi

Taman kelinci, malang, batu, wisata, kuliner, edukasi, gmaps, travelling, rabbit field, plaza garden, batu, jawa timur, wisata
Taman Kelinci (Dok Pribadi)
Lagi, sudah terbaca satu moment dan terekam dalam ingatan. Setelah coban rais atau sebelumnya bernama Coban Sabrangan, sekarang hengkang menuju satu tempat dikawasan Batu lainnya. [baca: Moment Coban Rais] Berbekal smartphone yang mulai canggih di era ini. Cukup memudahkan kemana arah tujuan selanjutnya. Aplikasi Gmaps memberikan arah terbaiknya untuk segera tiba di salah satu kawasan yang tak kalah unik. Bagi pembaca jika pernah tahu sebuah film The Lord Of The Ring, pastinya pernah tahu juga rumah Hobbit di film tersebut. Nah, kali ini salah satu destinasi yang mengingatkan akan rumah tersebut adalah Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field atau dikenal mudah dengan Taman Kelinci yang letaknya di daerah Paralayang, Batu.
Pembangunan disektor pariwisata kota Batu memang bagus dan terus dikembangkan tiap tahunnya. Termasuk Taman Kelinci ini. Satu destinasi wisata yang mulai heboh diperbincangkan khalayak umum sejak tahun 2016 lalu. Tempat ini sangat cocok untuk ditambah kedalam daftar petualangan pembaca saat di Batu. Apalagi kalau bersama keluarga, saya merekom tempat ini. Selain harga tiket masuk yang sangat bisa dijangkau dengan Rp 5000 saja. Parkir motor masih standart hanya Rp 2000 dan mobil Rp 5000, tempatnya pun tepat untuk wisata bermain dan berfoto ria.
Sejauh mata memandang, perbukitan yang ada di taman ini sungguh bagus. Ditambah dengan adanya taman bunga bewarna-warni, indah untuk dipandang. Di sisi lain, terdapat rumah hobbit mungil. Unik sebagai latar belakang berfoto ria. Dari atas, terlihat kelinci-kelinci keluar-masuk dari kandangnya yang dibentuk menyerupai rumah-rumah kecil. Waw, luar biasa pemandangan yang dimanjakannya. Sayang jika harus dilewatkan begitu saja tempat ini. Harus dicoba dan diabadikan setiap moment-nya.
Taman kelinci, malang, batu, wisata, kuliner, edukasi, gmaps, travelling, rabbit field, plaza garden, batu, jawa timur, wisata
Edukasi Taman Kelinci (Dok. Pribadi)
Selain itu, Taman Kelinci ini juga bisa digunakan sebagai sarana mengedukasi seorang anak. Tempatnya yang dingin dan tidak terlalu panas, cocok untuk mengajak bermain di sekitar taman bersama kelinci-kelinci sambil mengenalkan jenis bunga disekitarnya. Dari luar taman ini, terdapat orang-orang yang berjualan segala macam makanan dan cemilan yang tertata rapi ditempat yang sengaja dibuat untuk para pedagang. Jadi tak usah khawatir jika pengunjung merasakan lapar dalam petualangan. Aman, tak perlu bersusah payah mencari makanan di tempat yang jauh dari taman kelinci ini Selamat berpetualang sang pejalan. ^ ^
Taman kelinci, malang, batu, wisata, kuliner, edukasi, gmaps, travelling, rabbit field, plaza garden, batu, jawa timur, wisata
Bocah Jelajah Rabbit Field (Dok. Pribadi)

Taman kelinci, malang, batu, wisata, kuliner, edukasi, gmaps, travelling, rabbit field, plaza garden, batu, jawa timur, wisata
Rumah Hobit Bersama Mbak Zie Bocah Jelajah (Dok. Pribadi)

Taman kelinci, malang, batu, wisata, kuliner, edukasi, gmaps, travelling, rabbit field, plaza garden, batu, jawa timur, wisata
Edukasi Kelinci Bersama Mas Danang Bocah Jelajah (Dok. Pribadi)


Read More »

Minggu, 03 September 2017

Azam untuk Belajar Menjadi Mawapres

apresiasi seleksi 
Pemuda Masa Depan Bangsa (Dok. Pribadi)

Ketika hati telah berazam. Tugas penting bagi kita adalah istiqomah mewujudkannya. Siap dengan segala apa yang terjadi dalam perjuangannya. Resiko seberat apapun, siap untuk dihadapi. Berbicara soal hasil, biarkan Sang Maha Pengatur yang memberikan keputusannya.

Ini adalah satu rangkaian dari beberapa kalimat sebagai pengantar tulisan ini. Saya mencoba menuangkan sebuah cerita yang seharusnya saya bagikan. Biarkan ia terbaca oleh setiap orang yang ingin mengetahui dan mengambil hikmah dari secuil perjalanan hidup ini. Untuk menyimpulkan sendiri bagaimana bentuk dan memahami azam itu sendiri.

Suatu saat seorang teman mengajukan nama saya untuk masuk dalam salah satu kandidat pemilihan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) untuk tingkat jurusan di salah satu perguruan tinggi negeri Surabaya. Entah kenapa, nama saya yang tiba-tiba dimunculkan. Banyak dukungan yang saya dapatkan saat itu. Baik dosen, teman, organisasi maupun keluarga. Ini satu alasan kuat bagi saya mengiyakan untuk maju sebagai kandidat. Berproses didalamnya. Dengan segala bentuk rangkaian kegiatannya.

Tahap awal, segala persyaratan, berkas, karya tulis dan sebagainya saya persiapkan. Hingga tiga nama terpilih untuk mempresentasikan karya dan inovasinya. Presentasi terbuka dengan tiga orang juri dari dosen yang terkenal super dalam penelitian berikut background-background yang super lainnya. Siap menilai, mengkritisi, dan membedah karya tulis. Diluar penilaian dari aspek lainnya terkait kemampuan tiap calon kandidat.

Tak pernah terbayangkan, dengan berbagai proses saya terpilih maju untuk mewakili jurusan ke proses selanjutnya hingga tingkat universitas. Artinya, akan ada kejutan-kejutan lain yang mengasah kemampuan saya ke level yang lebih tinggi. Butuh keyakinan kuat dalam diri yang saya rasakan dalam segala bentuk perjuangan untuk bertahan selama proses pemilihannya sepanjang tahun 2015 hingga puncak sebelum ke tingkat Nasional. Menyeimbangkan segala bentuk proses pemilihan dengan project-project saya lainnya, akademik, aktifitas organisasi, keluarga dan sosial. Sebuah tantangan dan perjuangan tersendiri bagi saya. Sungguh luar biasa.

Tibalah, proses di tingkat universitas dari tiga kandidat yang terpilih untuk menentukan satu kandidat saja untuk pemilihan ke tingkat nasional. Mulai dari psikotes, presentasi karya tulis, tes bahasa inggris, FGD, verifikasi kemampuan, penghargaan, dan prestasi. Saya hanya pasrah, lillahita'alah dengan segala bentuk prosesnya. Apalagi hasil dari segalanya. Hingga pengumuman terpilihnya satu mahasiswa yang akan mewakili ke tingkat nasional diumumkan beberapa minggu setelahnya. Walau saya terpilih sebagai mahasiswa berprestasi kedua. Ada rasa bahagia tersendiri tanpa adanya rasa kecewa. Justru saya turut mendukung dengan perjuangan teman saya ke tingkat selanjutnya.

Banyak rasa, bukan sekadar rasa biasa. Banyak keinginan dan harapan , bukan sekadar keinginan dan harapan biasa. Banyak perjuangan, bukan sekadar perjuangan biasa. Bukan sebuah pengakuan dan penghargaan yang dicari namun, kebermanfaatan diri kita untuk mewujudkan cita-cita bangsa untuk lebih baik lagi. Hambar rasanya jika apa yang dilakukan oleh kita hanya untuk memenuhi ambisius diri sendiri bukan untuk yang lebih besar dari itu. Di luar sana banyak yang menanti kebermanfaatan dalam diri kita dengan berbagai cara dalam segala bentuk permasalahan dan media lainnya. Terakhir dari tulisan ini. Ajakan untuk tetap berkarya, semangat dan selamat berproses ^ ^

Read More »

Sabtu, 26 Agustus 2017

Moment Coban Rais

DSC_0287
Bocah Jelajah (Dok. Pribadi)
Berulang kali bergiat di kota apel namun belum pernah singgah untuk berkunjung di satu tempat yang luar biasa kali ini. Perjalanan hidup yang satu ini sungguh indah. Menikmati sebuah petualangan yang mungkin moment-nya sekali. Pemandangan bisa saja berulang kali direkam dalam kamera. Tapi soal rasa dan moment belum bisa semuanya tertangkap dalam mesin tiruan mata.

Di kota Batu ada satu tempat yang dahulunya dikenal dengan Coban Sabrangan. Namun, akhir-akhir ini ngehits diperbincangkan oleh masyarakat umum sebab adanya inovasi baru di sekitar coban tersebut, dan lebih terkenal dengan sebuatan Coban Rais. Jika pembaca menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat ini namun tidak memutuskan untuk mendekati cobanya, penulis katakan "Anda sangat merugi".  Sayang sekali, satu moment petualangan telah dilewatkan.

Memang benar, tempat ini booming digencarkan baik melalui media sosial atau pemberitaan lainnya. Sebab view yang memanjakan mata untuk segera berfoto ria. Mengabadikan setiap titik di tempat ini. Inovasi yang dibuat di sekitar coban rais tersulap dengan beberapa spot unik, seperti adanya garden flower dan wahana foto both. Tempat inilah yang menjadi jujukan bagi pendatang dan itu sudah biasa,menurut penulis, berbeda jika di tempat air terjunnya. Air terjun dari tempat  ini masih jarang yang mau menjamahnya. Hal ini, dikarenakan medan untuk menuju tempat ini. Penuh tantangan, keren, dan seru.

traking 6
Tracking Coban Rais (Dok Pribadi)

Jalur yang dilewati untuk menuju air terjun berkelok. Semak-semak, bebatuan dan tanah lumpur harus dilewati. Apalagi menanjak ke tempat yang lebih tinggi. Waw, amazing. Sekitar 1 jam harus berjalan menuju coban. Dengan tantangan jalan yang luar biasa ditambah harus menyebarangi sungai-sungai kecil berbatu dan licin. Sebab ini juga, katanya coban rais bernama coban sabrangan sebelum berganti nama.

traking 1
Melewati Berbatuan Licin (Dok. Pribadi)
Lelah, pasti. Capek, apalagi. Namun, semuanya akan terhempas begitu saja ketika pengunjung mendekati dan melihat secara langsung air terjun yang luar biasa indahnya ada di depan mata. Udara dingin tidak akan peduli demi menikmati dan mendekat ke air terjun. Jadi, akan sangat disayangkan. Jika pengunjung tidak menjelajahi air terjunnya dan lebih memuaskan diri untuk berfoto-foto di sekitar flower garden atau wahana foto saja. Petualang sejati akan selalu mencoba hal baru dan haus akan tantangan dan salalu ingin tahu. Bersemangat dalam langkah dan asa yang tetap terjaga. Selamat mencoba.

tracking
Melewati Sungai (Dok. Pribadi)

traking 3
Terus Menyusuri Tracking (Dok. Pribadi)

sampai coban
Air Terjun Coban Rais (Dok. Pribadi)

sampai
CobaCoban Rais Edisi Foto-Foto (Dok. Pribadi)

ayunan
Salah Satu Spot Foto di Area Gorden Flower (Dok. Pribadi)


DSC_0286
Edisi Kedua Area Gorden Flower (Dok. Pribadi)

DSC_0823
Edisi Lainnya Area Spot Foto Gorden Flower Cuban Rais (Dok. Pribadi)
Read More »

Minggu, 11 Juni 2017

Ramadhan Plus-plus

Tiba-tiba jari saya kaku ketika membuka word. Hanya melihat kursor yang kedap-kedip. Bingung memulainya. Dalam pikiran saya banyak yang mau saya tuliskan tentang aktivitas di bulan ramadhan 1438 H kali ini. Beberapa pengalaman dan dunia baru yang saya geluti saat ini. Ok, satu dulu yang saya jejakkan di sini. Bertahap. Mengeluarkan apa yang sejak kemarin saya ingin tuliskan. Katanya, bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Dalam setiap aktivitasnya akan di bandrol dengan pahala yang berlipat-lipat. Ganjaran yang di obral besar-besaran. Nah, ada sebuah aktivitas yang menurut saya seru, unik dan kreatif. Apalagi dalam aktivitas ini ada plus-plusnya.

Jumat (9/6) tepat ba’da salat ashar saya mendatangi lapangan T karah yang terletak di jalan karah Surabaya. Di lapangan tersebut terdapat aktivitas ngabuburit yang menurut saya sayang jika dilewatkan. Disebutnya “Ngamen” alias singkatan dari Ngabuburit Memanah.  Acara yang diadakan oleh sekumpulan pemuda dalam komunitas SWAT (Surabaya With Archery of Tradisional) dan bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap). Sebenarnya bukan untuk pertama saya mengikuti aktivitas panahan ini, sudah beberapa kali. Namun, untuk aktivitas panahan kali ini berbeda.

Diawal saya sudah mengutarakan aktivitas memanah yang satu ini plus-plus. Kenapa saya bilang plus-plus? Sabar, nanti pembaca akan bisa menyimpulkannya sendiri. Ada sebuah hadits yang menuliskan seperti ini “Rasulullah shallahu alaihi wasalam bersabda: Tidak ada hiburan (yang bermanfaat) kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seseorang terhadap istrinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barang siapa yang tidak memanah setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.” (HR. Nasa’i). Nah, dari sini, hiburan mana lagi yang lebih baik di tengah-tengah ramadhan ini? hiburan yang tidak sekedar hiburan. Yang artinya plus berbahagia dengan sunnah Rosul kita.

Travelling, panahan, ramadhan, ngabuburit, muyasaroh, aksi cepat tanggap, ACT, Jawa Timur, memanah SWATT, belajar, agama, sunnah, teladan, tradisional, lapangan, T karah, surabaya, ketintang, dunia, bahagia, tulisan, may khakasa, Alquran, syekh klaled saad mohamed elsamouli, tausiyah, kajian, ceramah
Panahan (Dok. Pribadi)

Satu bidikan meluncur dari tangan saya. Walau belum berhasil untuk membidik lingkaran paling tengah berwarna merah tapi kefokusan saya masih menyentuh ke lingkaran berwarna kuning. Tak apalah, mesti banyak berlatih lagi.  Menyenangkan bukan? Sedikit-sedikit belajar memanah dengan busur anak panah sebelum dipanah dengan lainnya. Ups... he-he-he. Mari kembali ke topik tulisan. Keseruan dalam aktivitas ini, tidak hanya berhenti dengan sekedar melepaskan anak panah saja. Ditengah-tengah aktivitas memanah, datanglah salah satu ulama dari negeri Piramida bersama tim ACT (Aksi Cepat Tanggap).  Beliau dikenal dengan Syekh Khaled Saad Mohamed Elsamouli berasal dari Sudan. Membaur bersama para pemuda yang asik dengan busur dan anak panahnya.

Travelling, panahan, ramadhan, ngabuburit, muyasaroh, aksi cepat tanggap, ACT, Jawa Timur, memanah SWATT, belajar, agama, sunnah, teladan, tradisional, lapangan, T karah, surabaya, ketintang, dunia, bahagia, tulisan, may khakasa, Alquran, syekh klaled saad mohamed elsamouli, tausiyah, kajian, ceramah
Kedatangan Syekh Khaled Saad Mohamed Elsamouli bersama ACT (Dok. Pribadi)
Sejenak, aktivitas memanah terhenti dan berganti dengan sebuah tausiyah pengisi hati. Memberikan cerita dan pesan kepada kami tentang bangganya menjadi seorang muslim. Membuka cakrawala dan mengetuk hati seluruh pemuda di tengah-tengah lapangan. Tidak hanya bertausiyah saja. Namun panahan kali ini, juga mengajarkan kepada kami tentang arti sebuah ketulusan dan kepedulian. Tulus dari hati untuk memberi. Peduli dengan kasih untuk berbagi. Setiap manusia di dunia memang mencari suatu kebahagiaan. Kebahagiaan dari dunawi, namun ingat, tak ada yang lebih hakiki selain kebahagiaan selain duniawi itu.


Travelling, panahan, ramadhan, ngabuburit, muyasaroh, aksi cepat tanggap, ACT, Jawa Timur, memanah SWATT, belajar, agama, sunnah, teladan, tradisional, lapangan, T karah, surabaya, ketintang, dunia, bahagia, tulisan, may khakasa, Alquran, syekh klaled saad mohamed elsamouli, tausiyah, kajian, ceramah
Tausiyah ditengah-tengah memanah (Dok. Pribadi)
Jika sebagian insan diluar sana banyak yang memilih bersenang-senang dan mementingkan diri sendiri. Maka coba renungkan ini, 24 jam waktu berotasi. Menyita segala aktifitas untuk keperluan dunawi semata hingga lupa dengan kabar dibelahan dunia lainnya. Kabar dari nasib kehidupan orang lain yang tak seberuntung dari saya. Kabar dari mereka yang masih memperjuangkan hidupnya yang belum bisa dipastikan bisa atau tidak bisanya hidup. Sudah tahukah kabar saudara di belahan bumi syam yang tiap kali hidup dalam ketakutan? Kelaparan yang tiap hari dirasakan? Penganiayaan yang tiap hari dirintihkan? Kondisi yang serba krisis dan pertaruhan nyawa disaksikan? Ah, sungguh mengerikan jika hidup hanya dalam naungan duniawi tanpa memperdulikan kehidupan lainnya. Bersenang-senang menjadi kebiasaan hingga hati menjadi kaku dan keras. Sungguh miris. Mungkin, ramadhan kali ini bisa menjadi moment spesial sebagai batu loncatan untuk berubah. Hijrah untuk menjadikan hidup ini penuh makna dan berarti. Baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Boleh bersenang-senang dalam duniawi namun jangan sampai lupa dengan kehidupan setelah duniwi. Bersenang-senang dengan aktivitas yang masih dalam koridor agama dan menjadi investasi kehidupan akhirat kita. Bagaimana dengan pembaca? Sudahkah ramadhan kali ini plus-plus? Mari sama-sama menjadikan moment ramadhan kali ini penuh arti dalam cerita hidup kita. ^ ^

Travelling, panahan, ramadhan, ngabuburit, muyasaroh, aksi cepat tanggap, ACT, Jawa Timur, memanah SWATT, belajar, agama, sunnah, teladan, tradisional, lapangan, T karah, surabaya, ketintang, dunia, bahagia, tulisan, may khakasa, Alquran, syekh klaled saad mohamed elsamouli, tausiyah, kajian, ceramah
Syekh Khaled dalam Tausiyahnya (Dok. Pribadi)
Read More »

Kamis, 01 Juni 2017

Gong Perdamaian Nusantara Palu

Urek-urek berlanjut kembali. Rasanya ada beban moral jika tulisan itu tidak dikhatamkan. Tempo hari saya mengulas sebuah cerita yang saya jejakkan di sini [baca: Palu dengan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu]. Perjalanan ini belum berakhir, masih berkutat dengan Taman Edukasi. Setelah Nosarara Nosabatutu, saya hengkang dari tempat tersebut. Bergeser ke satu tempat yang harus saya kepoin.

Panasnya Palu, saya tepis untuk menuju sebuah gong. Disebutnya Gong Perdamaian yang disimbolkan sebagai perdamaian nusantara. Adanya simbol perdamaian di salah satu ibu kota povinsi Sulawesi Tengah, mungkin sudah tidak asing lagi alasannya. Di provinsi ini memang sering diberitakan adanya konflik. Konflik yang memicu peperangan antar sesama. Nah, sebab alasan itulah gong ini didirikan untuk mempererat tali persaudaraan dan perdamaian dari segala ricuh yang mengandung konflik. Baik konflik antar agama, ras, budaya, suku bahkan adanya teroris.

budaya, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, keren, konflik, May Khakasa, monumen, Nusantara, Palu, penulis, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, traveling, writer, provinsi, simbol, nusantara, lambang, indonesia, seni, kearifan, patung, indah, pemandangan, wisata, wisata alam, touring
Gong Perdamaian Palu (Dok. Pribadi)

Sangking pentingnya gong ini, hingga menuju tempatnya pun harus melepas alas kaki. Setelah melewati beberapa anak tangga, barulah saya bisa dikatakan benar-benar berdekatan dengan gong ini. Telihat pada gongnya ada satu lingkaran yang paling dalam dan kecil. Bentuknya menonjol ke depan dengan gambar peta NKRI. Lingkaran kedua terdapat lima simbol agama yang ada di Indonesia. Diluar simbol tersebut ada sebuah tulisan “Gong Perdamaian Nusantara, Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa”. Kemudian terdapat 33 simbol provinsi dan sekitar ratusan simbol daerah dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

Sudah puas mengamati sekaligus berfoto gembira di area gong, dari tempat saya berdiri tepat  di depan gong saya melihat kota Palu beserta pegunungan dan lautnya sejauh mata memandang. Lagi-lagi, indra penglihatan saya dimanjakan oleh indahnya Indonesia. Saat saya tengok ke arah bawah tepat saya berdiri ada sebuah patung. Patung seorang wanita dengan membawa sebuah kendi yang berisikan air. Katanya, patung tersebut dilambangkan sebagai ibu pertiwi yang selalu menyirami kesuburan tanah air. Sama halnya juga dengan sebuah patung di sisi lain yang terlihat membawakan sebuah alat musik tradisional yang katanya pun dilambangkan sebagai seninya Indonesia. Wah... sungguh indah bukan main patung-patung dan hiasan ditempat ini yang ternyata dalam setiap sisinya mengandung sebuah makna. Makna yang harus kita pahami. Dihormati dalam keadaanya. Dan dijalani dalam setiap artiannya. Alangkah indah benar, jika makna dari bentuk setiap perlambangan dan patungnya benar-benar ada untuk diaplikasikan dalam kehidupan yang sesunggunya. Agar tidak hanya menjadi lambang-lambang yang sejatinya ia berkata namun tak berdaya untuk digerakkan dan diwujudkan.


budaya, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, keren, konflik, May Khakasa, monumen, Nusantara, Palu, penulis, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, traveling, writer, provinsi, simbol, nusantara, lambang, indonesia, seni, kearifan, patung, indah, pemandangan, wisata, wisata alam, touring
Gong Perdamaian (Dok. Pribadi)

budaya, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, keren, konflik, May Khakasa, monumen, Nusantara, Palu, penulis, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, traveling, writer, provinsi, simbol, nusantara, lambang, indonesia, seni, kearifan, patung, indah, pemandangan, wisata, wisata alam, touring
Di depan Gong Perdaaian (Dok. Pribadi)


Read More »

Sabtu, 27 Mei 2017

Palu dengan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu

Provinsi yang satu ini memang panas. Letaknya yang termasuk nol derajat dari garis khaltulistiwa membuatnya menyengat. Nah, kali ini saya ingin menuliskan satu tempat yang sempat saya singgahi ditengah-tengah riuhnya aktifitas di kota Palu, Sulawesi Tengah.

Terik matahari di kota ini memang tinggi, ditambah pula kondisi tanah yang lebih banyak berpasir dan liat. Sejenis tanah alluvial yang memiliki unsur zat hara yang sedikit menambah hawa sumer kata orang jawa. Walau demikian, tempat ini indah. Seperti taman edukasi Nosarara Nosabatutu yang saya kunjungi. Tempatnya agak sedikit naik ke perbukitan. Sejauh mata memandang dari atas perbukitannya, kota palu terlihat dengan jelas bersama pegunungan dan lautnya yang sungguh memanjakan mata. Indonesia memang luar biasa kerennya.

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)
Tiba-tiba saya kepo tentang satu taman edukasi ini sebab bentuknya yang unik. Saya coba menyusurinya. Saya berdiri tepat di depan bangunannya. Saya amati diam-diam mulai dari bawah hingga ujung. Dan sungguh, lagi-lagi saya dibuat takjub. Taman ini memang masih terhitung baru, umurnya masih muda. Diresmikannya baru bulan Mei 2014 lalu oleh Brigadir Dewa Persada. Letaknya ada di kelurahan Tondo, Mantikulero, kota palu. Bentuknya yang berundak dan diatasnya ada sebuah patung obor. Menambah gagahnya bangunan. Katanya, tempat ini menjadi simbol semangat persatuan dan persaudaraan dari seluruh anak bangsa. Sengaja bentuk bangunan ini sedemikian rupa dibuat pasti ada artinya. Ada tiga tingkat undakannya, yang memiliki makna keseimbangan dalam hidup. Yang menggambarkan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan penciptanya dan manusia dengan lingkungannya.

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Di depan Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)
Berlanjut pada atapnya. Ada yang unik, di sini ada berbagai lambang tempat ibadah semua agama di tanah air. Yang maknanya juga akan bersambung pada sikap saling menghormati dan menghargai segala bentuk keyakinan dalam beragama. Di luar bagunan ini ada satu tempat yang tak kalah bagusnya untuk dituliskan. Apa itu?? Tunggu sejenak coretan saya selanjutnya. Selamat berkarya sang pejalan. ^ ^

bukit, edukasi, gong perdamaian, Home, Indonesia, Inspiratif Story, May Khakasa, monumen, nosarara nosabatutu, notes, Palu, perjalanan, Siti Muyasaroh, sulawesi tengah, taman, traveling, nosarara nosabatutu, palu, wisata, gong, liburan, taman, bukit, brigadir
Di atas bukit Nosarara Nosabatutu (Dok. Pribadi)

Read More »